Azazil = iblis

Bismillahir Rahmanir Rahiim

Dahulu nama Iblis itu adalah Azazil ketika belum dilaknat Allah S.W.T, dan pada saat itu Nabi Adam AS dan Siti Hawa belum di ciptakan, Azazil bukan dari sebangsa Malaikat tapi Azazil ini sebangsa Jin dan itu di ciptakan dari api,ini firman Allah S.W.T yang berbunyi :
” QS Ar- Rahman ,ayat 15 : dan Dia menciptakan jin dari nyala api.

Lalu firman Allah dalam Surah yang lain Surah Al Hijr ayat 27 yang berbunyi “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum(adam) dari api yang sangat panas.”
disurat yang sama ( Al Hijr) ayat 26 nya tentang penciptaan Nabi Adam yang terbuat dari tanah dan diberi bentuk ( nanti buka Al Qur’an nya bila ada dirumah)

Dalam Islam, Iblis bukanlah malaikat. Iblis adalah jin yang bernama Azazil. Karena ilmu dan ibadahnya sangat bagus, ia pun diangkat ke langit sehingga sederajat dengan malaikat. Segala yang diperintahkan kepada malaikat, itu berarti juga perintah untuk Azazil. Walau ia bukanlah dari bangsa malaikat.

Maka tak heran, menurut beberapa ulama diantaranya Ulama Syekh Ibnu Abbas Qoyiman, bahwa saking sejajarnya si AZAZIL ini dengan Malaikat, dia bisa masuk keberbagai pintu langit dan tiap-tiap pintu langit itu si Azazil ini memiliki gelar yang berbeda seperti contoh :
Langit Pertama (ar-Rafii’ah)
al-Abid ahli ibadah, selalu mengabdi luar biasa kepada Allah,
Langit Kedua (al-Maa’uun)
ar-Raki ahli ruku
Langit Ketiga (al-Maziinah)
as-Saajid ahli sujud
Langit Keempat (az-Zahirah)
al-Khaasyi selalu merendah dan takluk kepada Allah
Langit Kelima (al-Muniirah)
al-Qaanit selalu ta’at
Langit Keenam (al-Khaliishah)
al-Mujtahid bersungguh-sungguh dalam beribadah
Langit Ketujuh (al-Ajiibah)
az-Zahid sederhana dalam menggunakan sarana hidup

Azazil ini sebelum dilaknat Allah S.W.T, memiliki bentuk rupa yang rupawan dengan empat sayapnya yang indah, begitu si Azazil ini menantang Allah karena tidak mau sujud kepada Nabi Adam, sedangkan para Malaikat sujud ketika disuruh oleh Allah ,Tuhan semesta alam, maka Azazil berubah bentuklah dia menjadi rupa yang sangat buruk
dan dinamai menjadi Iblis, karena secara spontan Allah menyebutnya Iblis,

ini peristiwa yang Allah tunjukan kepada manusia, dalam firmaNya yang berbunyi :

[Al Baqarah ayat 34 yang berbunyi ” Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Al A’raf ayat 11 yang berbunyi ” Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.

Al A’raf:12 yang berbunyi Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.

Sad ayat 75, Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?”.

[SAD ayat 76] Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”.

[SAD ayat 79, Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”.

[Sad ayat 82, Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya.

ada catatan tambah, mengenai Malaikat di ciptakan dari cahaya itu bersumber dari cahaya adalah hadits dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala, dan Adam diciptakan Alaihissalam dari apa yang telah disifatkan kepada kalian.” Malaikat adalah makhluk Allah yang besar seperti disebutkan dalam ayat-ayat Al-Qur-an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih, seperti sifat para Malaikat yang memikul ‘Arsy. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya Malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

 

One thought on “Azazil = iblis

  1. PENCARI KEBENARAN UNTUK MENGENAL TUHAN

    Salam,

    Begitu banyak manusia yang mencari cara untuk dapat sampai ke surga atau ingin dapat berdampingan dengan yang menciptakan surga, tetapi banyak pula manusia yang mengabaikan atau tidak berupaya untuk mengenal yang menciptakan surga.

    Bagi para pencari tentunya dengan segala daya dan upaya terus berusaha mencari, dengan berguru kepada mereka yang dinilai sudah sampai pada tahap maqom tertinggi atau tingkat tertinggi tentang Ketuhanan atau dinilai sudah menguasai isi kitab, hadist-hadist dan sunah para utusan Tuhan.

    Para pencari dengan tekun dan patuh menjalankan apa yang diperintahkan oleh sang guru, mereka terikat perjanjian dengan sang guru dan murid wajib melaksanakannya, jika tidak di patuhi dikatakan akan ada sanksinya.

    Hal-hal demikian akan memberatkan bagi para murid yang menuntut ilmu tentang Ketuhanan, niat awal yang tulus dapat berganti menjadi niat takut akan sanksi yang diterima apabila tidak dilaksanakan.

    Sehingga apa yang didapat oleh para pencari, ketika mereka melakukan ibadah karena takut pada sanksi yang dibuat oleh sang guru , tentunya tidak membuahkan hasil apapun.

    Bagaimana bisa sampai kepada Tuhan, ketika para murid selalu bersandar kepada guru-gurunya dan sang guru pun dengan bangganya yakin telah sukses dengan syiarnya dan menjadi terkenal.

    Muncullah riya terselubung dalam hati sang guru ketika banyak manusia memuja dan menyanjungnya, dihormati dan dielu-elukan oleh masyarakat karena telah menjadi pemuka agama yang handal dan terpandang.

    Para murid pun bangga karena mempunyai guru yang dikenal dan dihormati banyak orang, semakin terkenal gurunya semakin banyak para pencari yang ingin menjadi muridnya.

    Apakah benar demikian, sebaiknya para pencari mengetahui dahulu lebih jauh cara-cara mencari guru yang benar !!!!

    Pemuka-pemuka agama yang dijadikan guru atau diangkat atau diakui jadi guru oleh pengikut atau murid-muridnya, hendaknya terus belajar menggali ilmu-ilmu tentang Ketuhanan sehingga benar-benar paham dan bisa mengamalkannya terutama untuk diri sendiri dan keluarganya dahulu, gunakanlah ilmu cermin dan berkata sejujurnya dengan hati nurani, apakah memang saya sudah pantas dan layak menjadi guru atau pemuka agama…!!!!!

    Janganlah dengan ilmu yang belum cukup, kamu sudah bangga dengan julukan pemuka agama, jika masih ada rasa riya karena pujian, ingin dihormati, ingin dilayani, hidup masih bergelimang harta, tidak punya kasih kepada sesama dan masih suka merajuk.

    Di hari kebangkitan para pemuka agama, ahli kitab, merekalah yang pertama kali diminta pertanggungjawabannya, karena mereka mendapatkan karunia kepandaian tentang Ketuhanan, maka akan ada perhitungan yang sangat adil dimana akan diperlihatkan apakah pemuka-pemuka agama, ahli kitab sudah mengajarkan dengan benar kepada keluarga dan pengikut-pengikutnya, apakah mereka sudah mengungkapkan kebenaran tentang firman-firman Tuhan atau kepandaian itu digunakan untuk kepentingan pribadinya !!!!

    Sebaiknya sebelum para pencari untuk memutuskan menjadi murid dari para pemuka agama, pelajari dahulu profilnya jangan karena ketenarannya atau karena kepandaiannya dalam bertutur kata dan hafal ayat-ayat dari kitab–kitab Tuhan atau sang pemuka mengaku keturunan dari pulan bin pulan dari bangsa A atau bangsa B jangan lihat mereka dari penampilan luarnya saja, itu semua bukan jaminan mereka sudah sampai pada taraf tertinggi menguasai ilmu Ketuhanan.

    Sekedar untuk diketahui apabila si pemuka agama tersebut masih mementingkan keluarganya dengan hidup berkecukupan, senang akan sanjungan dan pujian, ingin dihormati, ingin dilayani, ingin menjadi yang pertama maka manusia tersebut belum layak untuk dijadikan guru karena dia belum dapat mengendalikan nafsu dunia dan belum dapat meluruskan keluarganya, bagaimana ia akan mengajarkan kebenaran jika untuk diri dan keluarganya saja belum mampu.

    Janganlah kepandaian dalam menguasai ayat-ayat digunakan untuk niat terselubung mencari nafkah, memperkaya diri atau mencari ketenaran, tampak luar niat mereka mengatakan ini untuk syiar meluruskan iman atau menyadarkan manusia-manusia untuk kembali kepada Tuhan, lalu dapat imbalan berlebih dikatakan bahwa ini upah dari Tuhan karena sudah menyebarkan ayat-ayat Tuhan.

    Tahukah kamu hai manusia, kepandaianmu dalam menghafal, kepandaianmu dalam bertutur kata, kamu menjadi terkenal itu semua karunia dari Tuhan kenapa masih berharap imbalan lagi, bukankah itu sudah lebih dari cukup untuk disyukuri.

    Yang diinginkan Tuhan kepada para ahli kitab, pemuka-pemuka agama yang sudah mendapatkan karunia kepandaian dari Tuhan untuk syiar atau untuk meluruskan kembali iman manusia-manusia yang lalai, seharusnya mereka melakukan itu tanpa berharap imbalan apapun ( ikhlas ) dan hidup dalam kesahajaan dengan keluarganya penuh kasih sayang kepada sesama, menanggalkan nafsu dunianya, harta yang didapat digunakan untuk membantu fakir miskin, dapat mendamaikan umat dengan kata-kata yang menyejukkan, menjadi pendamai bagi yang bertikai, dapat dijadikan panutan bagi pengikutnya karena kewibawaan dan kebijaksanaanya, yang utama adalah berani mengungkapkan kebenaran tentang firman-firman Tuhan meski sakit untuk didengar bagi sang pendengar.

    Anak-anakku para pencari yang terkasih….

    Tuhan yang kita cari, Tuhan yang ingin kita kenal, Tuhan yang ingin kita cintai adalah Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, Tuhan Yang Maha Lembut, Tuhan Yang Maha Adil dan Bijaksana, Tuhan bukan untuk ditakuti tetapi kita manusia yang harus patuh atas perintah-perintah-Nya dengan meninggalkan atau menjauhi apa yang tidak disukai-Nya, jika kita laksanakan apa yang dikehendaki oleh Tuhan maka hidup kita akan menjadi tenang dan siap kembali ke pangkuan Tuhan dengan selamat .

    Tuhan akan menguji umatnya dengan berbagai macam ujian dan cobaan dengan maksud tujuan adalah untuk mengukur sejauh mana dan seberapa besar tingkat kepercayaan, keyakinan dan pengakuan umatnya kepada Tuhan yang menciptakannya.

    Untuk menguji iman manusia, diciptakanlah tim penggoda yang dikenal dengan iblis dan jin, mereka patuh atas perintah Tuhan untuk terus menggoda dan menjerumuskan manusia-manusia semasa hidupnya, semakin takwa iman seseorang, semakin gigih iblis dan jin untuk menggodanya sampai manusia itu bertekuk lutut dan menjadi budak mereka.

    Manusia yang sangat takwa saja masih bisa di pengaruhi oleh mereka, apalagi bagi manusia-manusia yang lemah imannya tentunya akan sangat mudah untuk dijadikan budak oleh mereka.

    Bagi manusia-manusia yang dapat dijadikan budak atau bersekutu dengan mereka sewaktu hidupnya maka sesudah matinya mereka dinamakan SYETAN.

    Iblis, jin dan syetan bersekutu dan berupaya terus dengan berbagai macam cara untuk menyesatkan menjerumuskan manusia-manusia yang masih hidup untuk dijadikan temannya. Tentunya jumlah mereka semakin banyak karena sejak manusia pertama ada, iblis,jin sudah ada lalu ditambah dengan hasil “produk” mereka yaitu syetan.

    Maka satu manusia bisa di goda oleh puluhan bahkan ratusan syetan dibawah komando iblis dan jin, contoh dalam satu tempat dapat terjadi manusia kerasukan syetan bersamaan dalam jumlah banyak, sebenarnya syetan hanya ingin memperlihatkan keberadaannya kepada manusia sekitar.

    Contoh lain : manusia kini mudah sekali diajak berdemo kemudian berbuat anarkis, menyakiti sesama, mencaci maki, menghujat dan seenaknya menyeru nama Tuhan dengan mengatasnamakan membela kebenaran, ayat-ayat Tuhan dipakai untuk memuaskan nafsu amarahnya tanpa meneliti dahulu kebenarannya dari apa yang dipermasalahkan.

    Hai manusia…..

    Apakah dengan perbuatanmu itu, lalu kamu merasa yang paling hebat, yang paling pandai, yang paling berkuasa, yang paling tahu tentang ilmu Ketuhanan sehingga bisa menghujat dan menghakimi manusia yang berbeda keyakinan atau menghakimi sesamamu yang kamu nilai merusak citra keyakinanmu.

    Jangan kamu sembarangan membawa-bawa atau bersumpah dengan nama Tuhan, untuk hal–hal yang tidak kamu ketahui kebenarannya, apalagi menyeru nama Tuhan untuk menyakiti atau mencelakai manusia siapapun dia, karena semua manusia adalah sama yaitu makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

    Perlu diketahui, Tuhan tidak melihat manusia dari agama atau keyakinannya atau dari bangsa apa, juga tidak melihat manusia ini keturunan siapa, tetapi Tuhan melihat manusia yang penuh kasih sayang kepada sesama dan patuh atas perintah-Nya itulah yang diselamatkan-Nya.

    Berbuat anarkis atau kekerasan dengan merugikan manusia lain, adalah bukan jalan keluar yang benar dalam menyelesaikan masalah.

    Berdamailah dengan dirimu dahulu, baru kamu dapat berdamai dengan manusia lain.

    Bagi para pencari, itu sedikit gambaran yang terjadi kini dimana hal-hal tersebut dapat membuatmu jauh dari mengenal Tuhan.

    Jika demikian, terlihat bahwa betapa lemah iman manusia maka dengan mudahnya iblis, jin, syetan menguasainya.

    Ciri-ciri dari keadaan manusia di akhir zaman adalah manusia mempunyai sifat-sifat panas hati, cepat tersinggung, pemarah, arogan, merasa paling hebat, paling pandai, tidak mau di nasehati, suka dengan kekerasan, tidak punya rasa kasih sayang pada sesama, mudah di adu domba, hati nurani sudah diabaikan, berdusta, berbohong sudah jadi santapan harian, nafsu kebinatangan sangat menonjol, maksiat jadi kebutuhan tubuh.

    Pemuka-pemuka agama, kaum cendik-cendikiawan, ahli kitab, manusia-manusia yang mengaku dirinya pandai dan ahli, semua hanya pandai bertutur kata, saling menghujat, saling menjatuhkan, menjual ayat-ayat Tuhan untuk kepentingan pribadi, bersumpah membawa nama Tuhan untuk hal-hal yang merugikan manusia lain.

    Benar-benar sangat miris, melihat keadaan manusia yang sudah sedemikian rapuh dan sudah dibawah kendali iblis, jin juga syetan, sesungguhnya manusia tidak menyadari bahwa ia sudah masuk perangkap iblis, manusia memakai akal pikiran dan logikanya dalam menyelesaikan sisa hidupnya kini, beragam cara di tempuh untuk kenikmatan tubuh, lisan sering mengeluarkan kata-kata penyejuk atau mengajarkan kebenaran tentang Ketuhanan atau lisan sering melantunkan puji-pujian kepada Tuhan, ritual ibadah tetap dijalankankan, tetapi semua yang dilakukan hanya untuk pujian atau melaksanakan kewajiban semata, bukan karena Cintanya kepada Tuhan.

    Jika sudah demikian bisa dinilai bahwa manusia sangat jauh dari yang namanya mengenal Tuhan apalagi sampai tahap mencintai Tuhan jika semua ibadah yang dilakukannya masih berharap imbalan atau pahala atau hanya melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan oleh Tuhan.

    Bagaimana manusia akan selamat di hadirat Tuhan, jika tidak ada bekal yang akan di bawa pulang !!!

    Bagaimana Tuhan akan mengenalmu, jika kamu menjauhi-Nya!!!

    Anak-anakku yang mencari kebenaran….

    Untuk dapat mengenal Tuhan, tentunya manusia harus mengenal dirinya lebih dahulu yaitu dengan menanggalkan egonya, hawa nafsunya, kepandaiannya atau keahliannya, yang tinggal hanya hati nuraninya yang ditujukan lurus kepada Tuhan.

    Kenali dirimu dengan mempelajari dan menyadari bahwa di dalam tubuhmu terdiri dari senyawa zat-zat Tuhan yang membuat dirimu hidup, setelah kamu mengenal dirimu maka kamu akan mengasihi sesama, dengan mengasihi sesama maka kamu akan mengenal Tuhan yang menciptakanmu.

    Tuhan tidak pernah mempersulit umatnya yang ingin mengenal dan mencintai-Nya, Tuhan sangat ingin umatnya datang mencari-Nya, Tuhan sangat ingin di Akui dan di Cintai umat-Nya .

    Untuk sampai ke hadirat Tuhan, tidak ada beban-beban berat yang harus di pikul oleh umat-Nya di luar batas kemampuan umat-Nya. Sebenarnya yang menjadikan beban-beban itu berat adalah manusia sendiri yang membuatnya, dengan menggunakan akal pikiran dan menambah-nambahkan sendiri beban itu dengan alasan mungkin ini lebih baik dan ada nafsu ketika menciptakan itu maka muncullah riya terselubung ingin menjadi yang terbaik.

    Sedangkan untuk mengenal Tuhan, manusia harus menanggalkan ego dan menghilangkan nafsu dunianya, membersihkan hatinya dari daki-daki dunia.

    Untuk dapat cepat mengenal Tuhan, apabila manusia ingin mempelajari ilmu makrifat maka manusia tidak bisa memakai akal pikirannya dalam mencerna ilmu-ilmu tentang Ketuhanan, apalagi memperdebatkannya dengan dalil-dalil dari Kitab yang dalamnya kitab saja, manusia hanya tahu yang tersuratnya saja.

    Manusia harus mau membuka dan mencuci bersih hatinya, baru dapat menyerap ilmu-ilmu Ketuhanan.

    Ilmu-ilmu Ketuhanan terus mengalir melalui para utusan-Nya yang diberi karunia Ilmu laduni untuk menyampaikan kebenaran.

    Ilmu laduni ialah Ilmu Tuhan yang di berikan kepada siapa saja yang di kehendaki-Nya, bagi mereka yang dapat karunia ilmu laduni maka mereka dapat ijin mengetahui rahasia-rahasia kebesaran Tuhan yang diperuntukan bagi manusia baik untuk masa kini atau untuk masa yang akan datang.

    Tuhan selalu mengirimkan utusan-utusan-Nya sampai hari akhir atau Kiamat, dengan tujuan agar manusia mendapatkan ilmu-ilmu Tuhan yang belum diketahui karena Tuhan mengeluarkan ilmu-ilmu-Nya secara bertahap.

    Banyak sekali ilmu-ilmu Tuhan yang belum terungkap dan itu semua tidak bisa pakai akal pikiran, Jika manusia mau mempelajarinya harus pakai hati dan yang utama adalah memohon pada Tuhan untuk mendapatkan karunia-Nya.

    Sebelum mencari guru pembimbing rohani kamu harus mempunyai pedoman dasar, dalam menggali dan mempelajari ilmu-ilmu Ketuhanan, maka ketika kamu mencari guru pembimbing yang dapat mengenalkan kamu pada Tuhan, kamu tidak akan salah memilih.

    Dalam mencari guru pembimbing rohani, jangan karena usianya, jangan lihat berapa banyak pengikutnya, jangan lihat ketenarannya, jangan lihat kharismanya, pelajari dahulu apa yang diajarkannya, seberapa yakin kamu mampu mengikuti perintah sang guru dengan mengirim doa untuk pemuka-pemukanya, lalu yakinkan diri juga mampukah kamu melakukan apa yang diperintahkan untuk melakukan hitungan puji-pujian yang banyak. Pelajari juga dari para pengikutnya apakah mereka menjadi lebih baik dan takwa kepada Tuhan atau biasa saja atau menjadi lebih buruk perilakunya.

    Lihat pula kehidupan sang guru dan keluarganya apakah masih memperkaya diri dan lebih mementingkan keluarganya atau sudah menanggalkan kehidupan dunianya.

    Dalam mencari guru rohani, kamu juga harus hati-hati, jangan berdasarkan ajakan teman, saudara atau siapa saja, atau hanya berdasarkan katanya begini katanya begitu, atau pandai ini, pandai itu, cari tahu dahulu ilmu apa yang mereka gunakan sebenarnya apakah mereka memakai kepandaian iblis atau jin untuk menjerat mangsanya.

    Ada pula pemuka-pemuka agama atau ahli kitab yang berkedok dengan berlatar belakang ayat-ayat atau dalil-dalil atau firman-firman Tuhan, dipakai untuk menyesatkan manusia yang berniat mencari Tuhan.

    Anak-anakku yang kukasihi….

    Tuhan sudah banyak mengeluarkan tanda-tanda yang memperjelas tentang akhir zaman, terlihat dunia sudah semakin porak-poranda, bencana, musibah, silih berganti sebagai peringatan bagi manusia.

    Manusia seharusnya cepat sadar atas segala kekeliruan dan kelalaiannya kepada Tuhan, tetapi yang terjadi kini semakin terlihat betapa ego hawa nafsu dunia begitu menguasainya, mereka tanpa sadar sudah dirasuki iblis dan jin untuk menjadi budak dunia, belum ada pemuka-pemuka agama atau pemimpin-pemimpin yang dapat dijadikan panutan, tampil untuk memberikan pencerahan yang menyejukkan dengan mendamaikan dan memberikan ketenangan bhatin bagi manusia yang mendengarnya.

    Mereka tampil dengan membawa misinya sendiri atau untuk kepentingan golongannya, mereka menjelaskan ayat-ayat atau firman-firman Tuhan, tetapi mereka hanya pandai berkata-kata, untuk menyudutkan atau menghakimi atau menghujat, merasa dia yang paling tahu, merasa paling pandai, manusia seperti ini tidak layak untuk dijadikan guru.

    Di akhir zaman ini, harus hati- hati dalam memilih guru dikarenakan Tuhan berfirman : “ di akhir zaman, iblis, jin dapat merasuki pemuka-pemuka agama, kaum pandai cendik-cendikiawan, petinggi-petinggi, sampai rakyat jelata “.

    Jangan terkecoh dan kagum melihat mereka pandai baca tulis, menguasai dan hafal isi kitab, tetap harus waspada dengan kepandaiannya mereka dapat tersesat.

    Iblis, jin sangat pandai dalam menggoda manusia, diawali dari manusia diajarkan dahulu yang benar, lama kelamaan mulai di belokkan untuk menyimpang, menurut akal pikiran manusia ini hal yang benar dan wajar.

    Manusia berfikir demikian karena sudah diyakini lebih dahulu kebenarannya oleh iblis dan jin mengakibatkan manusia semakin terlena dengan buaian bujuk rayu iblis.

    Bisikan iblis sangat halus dan sangat rapi dalam menyusun rencana untuk menyesatkan manusia biasa atau untuk pemuka-pemuka agama sekalipun, sehingga manusia tidak menyadarinya kalau dia sedang di kendalikan oleh iblis atau jin.

    Jangan pernah bersekutu dengan jin, untuk niat apapun juga karena itu akan menyesatkan dirimu dan Tuhan tidak akan menyukainya.

    Manusia hanya boleh bersekutu dan patuh kepada Tuhan, sedang jin dan iblis juga patuh kepada Tuhan.

    Manusia lebih mulia dan sempurna diciptakan oleh Tuhan, janganlah manusia mau dikalahkan oleh iblis atau jin, karena jika kamu kalah kamu akan menjadi manusia yang paling merugi.

    Anak-anakku yang beriman…

    Sungguh mulia niatmu, untuk terus belajar dan mencari agar dapat mengenal dan mencintai Tuhan, jangan putus asa, bersemangatlah, berupaya terus dengan berbekal keyakinan, berserah diri dan mohon petunjuk Tuhan, pasti semua keinginanmu dapat terwujud.

    Bergurulah pada orang yang tepat, yaitu yang tidak mempersulit dirimu dengan berbagai macam amalan dan aturan, tetapi dapat membawa rohanimu dekat kepada Tuhan.

    Dalam mencari guru pembimbing rohani, lalu kamu mendapatkan guru itu berusia muda atau tua, pria atau wanita tetapi ia bukan ahli kitab atau cendik-cendikiawan, ia adalah manusia biasa yang mau melayani membantu sesama dan bukan untuk dilayani oleh siapa saja dalam hidupnya, sikap rendah hati, penuh kasih sayang, tidak membeda-bedakan dalam hal agama, suku bangsa atau golongan, dapat mengetahui rahasia-rahasia kebesaran Tuhan.

    Sang guru tidak menyulitkanmu dengan berbagai macam amalan dan aturan tetapi dapat membawa ketenangan dan mengarahkan kamu pada kebenaran, dapat menjadikan para murid-muridnya menjadi lebih baik tingkat kerohaniannya, dapat menyadarkan manusia dari kemaksiatannya, berani mengungkapkan kebenaran, silahkan kamu belajar kepadanya karena guru tersebut mendapatkan karunia ilmu laduni atau mendapatkan ilmu dari Tuhan.

    = BERGURULAH PADA YANG TEPAT DAN BENAR =

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s