Peringkat Khusus bagi Orang-orang Terpilih

Bismillahir Rahmanir Rahiim

Barangsiapa yang tidak memperoleh ilmu di peringkat yang khusus, maka mereka tidak akan paham bagaimana orang yang di peringkat itu diizinkan melihat Ruh al-Quds, Nabi Muhammad SAW, dan ‘berbincang-bincang dengan Nabi Muhammad’. Mereka melihat dan berbincang-bincang tidak dengan mata dan mulut yang zahir, karena mata dan mulut yang zahir ini tidak mungkin mampu berbuat demikian. Perkara ini adalah perkara ruhaniah, perkara gaib, perkara yang berhubungan dengan ruh suci dan yang disucikan dengan zikrullah dan riyadah (latihan) para Awliya’ Allah.

Barangsiapa yang tidak mendapat ilmu ini, maka tidak akan menjadi orang yang bijaksana dan arif, walaupun ia membaca sejuta kitab. Mungkin ganjaran yang diperoleh oleh mereka yang alim dalam ilmu zahir ialah surga di tempat dimana yang tampak adalah penzahiran sifat-sifat Ketuhanan dalam bentuk Nur (cahaya). Walau begitu tinggi dan sempurnanya ilmu zahir seseorang, ilmu itu tidak akan membantunya memasuki Majelis Ketuhanan atau Hazirah al-Quds, yaitu sebuah tempat ‘bersama’ Allah. Mereka perlu terbang ke Hazirah al-Quds.

Hamba Allah yang benar-benar berniat terbang ke peringkat itu sebenarnya memerlukan dua ‘sayap’, yaitu ilmu zahir dan ilmu batin (ilmu syariat dan ilmu hakikat). Kedua ‘sayap’ ini mereka kepakkan tanpa henti dalam perjalanannya. Mereka terbang tanpa peduli terhadap hal-hal yang menggoda mereka selama dalam perjalanan. Tujuan akhir yang mereka tuju adalah Allah. Allah perlu dikenal dengan perkenalan yang penuh dengan kesungguhan.

Allah berfirman dalam sebuah Hadis Qudsi, “Wahai hamba-Ku! Jika kamu ingin memasuki Majelis-Ku, maka janganlah kamu tumpukan perhatianmu kepada dunia ini, kepada alam Malaikat, atau alam yang lebih tinggi dari itupun !”

Tegasnya, orang yang berma’rifah kepada Allah, cukuplah ma’rifah ditujukan semata-mata kepada Allah, tidak kepada selain Dia .

Dunia nyata ini dalam pandangan orang-orang yang berilmu adalah penggoda atau penipu, musuh atau setan. Di peringkat Alam Malaikat pun ditemui penggoda atau musuh bagi ahli ruhani, dan di peringkat sifat-sifat Allah muncul pula penggoda dan musuh bagi ahli hakikat. Barangsiapa yang tergoda dan dapat terkalahkan oleh penggoda-penggoda atau musuh-musuh itu, niscaya ia tidak akan mendapat nikmat ‘bersama’ atau ‘bersatu’ dengan Allah. Barangsiapa tergoda oleh rayuan penggoda dan dikalahkan oleh musuh, pasti langkahnya akan terhenti hanya sampai di situ dan tidak akan dapat maju lebih tinggi dan lebih jauh lagi dalam perjalanan menuju tujuan akhir, yaitu Zat Yang Maha Tinggi. Meskipun tujuannya ingin ‘bersatu’ dengan Zat itu namun ia tidak akan pernah sampai. Perjalanannya akan terhenti sampai di tempat itu. Mereka yang seperti ini adalah orang-orang yang terbang hanya dengan satu sayap, sedangkan sayapnya yang sebelah telah patah.

Orang-orang yang tidak menyimpang dari tuntunan jalan Allah dan tidak tergoda oleh penggoda dan musuh dalam perjalanannya menuju Allah, niscaya akan menerima hadiah dari Allah SWT yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam pikiran. Di tempat itulah surga ‘bersama Allah’ berada. Di surga itu tidak ada intan permata, tidak ada bidadari, tidak ada mahligai, dan sebagainya. Di tempat itulah ia mengenal dirinya dan tidak menginginkan sesuatu yang bukan diperuntukkan baginya.

Sayyidina Ali pernah berkata, “Mudah-mudahan Allah SWT mencurahkan rahmat kepada siapa yang mengenal dirinya yang tidak melanggar batas, yang menjaga lidahnya, dan yang tidak menyia-nyiakan hidupnya di dunia ini.”

Dunia ini bukan negeri yang kekal dan  mengharuskan manusia menumpukan segala perhatian kepadanya. Dunia adalah tempat ujian, tempat menanam kebajikan, sedangkan akhirat adalah tempat menuai hasilnya.



3 thoughts on “Peringkat Khusus bagi Orang-orang Terpilih

  1. Siapapun yang cinta kepada Allah pasti ingin memiliki dua ‘sayap’ itu. Begitu juga saya. Walaupun sukar, saya akan berusaha dengan cara membataskan pilihan-pilihan duniawi dan banyakkan muhasabah diri serta seniasa menuntut ilmu daripada pelbagai media dari semasa ke semasa. Insyaallah.

  2. Demi masa dunia beserta isinya akan hancur lebur benda-benda antariksa akan berjatuhan dan tidak ada lagi kehidupan di dunia ini jika semua itu telah terjadi pertanda akan bergantinya alam sementara menjadi alam keabadian.

    Kapankah itu terjadi ! Tidak ada seorangpun yang tahu kapan terjadinya !!! Tuhan telah memberitahukan tanda-tandanya kepada manusia untuk mempersiapkan diri menghadapi pergantian alam tersebut melalui firman-firman-Nya yang disampaikan oleh para utusan.

    Kini tanda-tanda akan adanya pergantian alam tersebut sudah mulai tampak seharusnya manusia sudah siap jika mengalami kejadian tersebut !!!

    Bukankah manusia sudah tahu bahwa alam yang sekarang dinikmatinya adalah alam sementara yaitu alam yang digunakan untuk manusia mempersiapkan diri membawa bekal-bekal yang cukup untuk menuju alam keabadian.

    Jika manusia sudah cukup bekalnya seharusnya sudah tidak ada yang ditakuti jika pergantian alam itu tiba dengan tidak lagi menghiraukan rumor-rumor yang beredar menceritakan kebinasaan dunia.

    Semakin tanda-tanda diperlihatkan oleh Tuhan seharusnya manusia semakin berupaya mempersiapkan diri untuk kembali ke alam keabadian dengan memperbanyak bekal yaitu tinggalkan yang dimurkai oleh Tuhan laksanakan apa yang diperintahkan, hiduplah dengan kasih kepada sesama, banyaklah berbuat kebajikan tanpa berharap imbalan baik dari sesama apalagi berharap imbalan dari Tuhan.

    Banyak-banyaklah bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas apa-apa yang sudah kamu dapat dan nikmati.

    Manusia seharusnya tidak memperdebatkan dan takut menghadapi kiamat besar tetapi mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi kiamat kecil atau kematian raga yaitu berpisahnya raga dengan ruh dan jiwanya.

    Kematian raga kapan waktunya dan dalam keadaan bagaimana manusia tidak ada yang tahu, apa sudah siap untuk menyambut kematian raga !!!!

    Sahabat-sahabat sejatiku yang terkasih…….

    Tubuh manusia atau raga terdiri dari begitu banyak unsur senyawa zat-zat yang hidup mereka mempunyai masa atau waktu dalam kehidupannya semua itu dikendalikan oleh Kuasa Tuhan.

    Tuhan menjadikan raga sebagai tempat tinggal jiwa dan ruh tetapi nanti yang kembali kepada Tuhan adalah Jiwa dan Ruhnya saja, raga akan hancur binasa karena raga mempunyai masa atau batas waktu.

    Raga mempunyai akal pikiran dan daya ingat tetapi semua itu bersifat sementara juga sangat mudah lenyap dengan bertambahnya usia atau terkena suatu penyakit.

    Raga selalu diliputi dengan berbagai macam keinginan disertai hawa nafsu untuk memuaskan kebutuhannya dimana raga selalu diberi busana-busana indah untuk mendapatkan pujian juga diberi santapan dengan panganan-panganan yang lezat yang semua itu hanya raga yang menikmatinya lalu untuk jiwa dan ruh busana dan panganannya apakah sudah dicukupi !!!

    Sedangkan mereka yang nantinya akan menghadap Tuhan ! Apa mereka tidak malu ya atau takut menghadap Tuhan dengan tidak berbusana juga dalam keadaan lapar ???….

    Kasihan sekali jiwa dan ruhnya jika raga tidak mengajak mereka untuk menyatu dengan menggunakan busana yang sama dan menyantap panganan yang sama. Seharusnya raga baik hati dan mau berdamai dengan jiwa dan ruhnya untuk mencukupi mereka juga dengan memberi busana dan panganan yang memang diperuntukan bagi mereka dan bukan memberi busana atau panganan yang untuk raga saja.

    Jika itu sudah dicukupi mereka pasti tidak malu atau takut ketika menghadap Tuhan dan sudah siap kapan saja dijemput untuk pulang kembali kepada Tuhan

    Raga diberi akal pikiran untuk digunakan menuntut ilmu terutama ilmu ketuhanan raga juga punya hati yang digunakan untuk mencerna memilah menimbang dan memutuskan apakah ini benar atau salah, apakah ini baik atau buruk apakah ini bisa menyelamatkan ruh dan jiwa atau tidak.

    Raga seharusnya memikirkan juga tentang keselamatan jiwa dan ruhnya, jangan hanya raga saja yang harus dituruti kemauannya oleh jiwa dan ruh.

    Jiwa adalah salah satu makhluk hidup ciptaaan Tuhan yang tidak binasa atau kekal tetapi ada sebagian jiwa yang akan dibinasakan oleh Tuhan yaitu ketika ia sampai di pintu gerbang surga karena surga tidak di huni oleh jiwa tetapi surga dihuni oleh ruh.

    Jiwa bentuknya seperti bayangan, ia tidak mempunyai akal pikiran atau hati tapi ia dapat berbicara.

    Jiwa terbentuk ketika manusia lahir dengan menghirup udara dunia pertama kali sejak itulah jiwa sudah mempunyai tanggung jawab dan terus mengikuti raga tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Raga dapat tertidur nyenyak tetapi jiwa tetap terjaga, raga diamputasi karena suatu penyakit atau bentuk raga cacat tidak sempurna tetapi bentuk jiwa tetap sempurna dan utuh.

    Semua perbuatan raga akan terekam dalam jiwa mulai dari usia 0 (nol) bulan sampai wafatnya raga dan rekaman tersebut tidak ada yang tercecer atau rusak semua terekam sangat rinci dan detil melalui setiap helaan nafasmu meski dalam tidur sekalipun seperti apa mimpimu, berapa kali kamu membalikkan tubuh, berapa banyak kamu mendengkur, apa isi igauanmu, apa yang kamu hayalkan dan lakukan sebelum tidur dan lain sebagainya itulah contoh kecil dimana jiwa nantinya akan membeberkan semua prilaku raga.

    Jiwa sangat penurut apa yang dilakukan oleh raga, ia pasti akan mengikutinya.

    Sebenarnya jiwa dapat di ajak bangkit dan bekerja sama dengan raga tetapi raga harus berupaya menekan segala nafsu dunia dan mau mengganti busana dan santapan kesehariannya. Untuk membangkitkan jiwa maka raga harus mau menggunakan busana takwa dan menyantap santapan rohani dalam kesehariannya baru jiwa akan bangkit dan selamat.

    Hal demikian tidaklah sulit jika di niatkan dan ada kemauan, ada keinginan yang kuat dari raga untuk mencari keselamatan yang kekal.

    Untuk kebutuhan raga di dunia manusia rela melakukan apa saja atau dengan cara apapun bersusah payah demi memuaskan raga mendapatkan sesuatu.

    Untuk kebutuhan jiwa dan ruhnya hendaknya manusia harus lebih giat dan lebih berupaya mencari cara untuk keselamatannya yaitu membersihkan hati dari daki-daki dunia lalu mendekatlah kepada Tuhan.

    Ruh adalah Mahkluk hidup yang sangat kecil suci bersih sangat patuh dan ia makhluk yang paling kekal. Ruh ada sebelum raga dan jiwa diciptakan semua ruh mempunyai nama yang diberi oleh Tuhan sebelum ruh dimasukan ke dalam raga mereka dikenalkan dahulu pada Tuhan dan diminta kembali nanti dalam keadaan selamat maksudnya adalah setelah tugas selesai mereka diminta kembali dan bertemu dengan Tuhan dalam keadaan tetap suci dan bersih.

    Ruh berjanji setia kepada Tuhan dan akan kembali dengan selamat namun apa yang terjadi setelah ruh masuk dalam tubuh manusia, ia menjadi terkungkum dikalahkan oleh raga yang hanya mengikuti hawa nafsu dunia saja ruh tidak dapat berbuat apa-apa karena dibiarkan oleh raga untuk menjadi yang tertinggal, raga seperti tidak mengenalnya ruh sangat bersedih ia takut akan janjinya pada Tuhan tetapi apa daya ruh tidak diajak berdamai dengan raga.

    Tuhan menciptakan manusia sangat sempurna ada raga, jiwa dan ruh dari ketiganya mempunyai tugas yang berbeda-beda tetapi dari tugas yang berbeda mereka dapat menjadi satu kesatuan yang kompak jika manusia mau memberi kesempatan pada ketiganya untuk berdamai dan bersatu dengan tujuan yang sama yaitu ingin kembali ke sisi Tuhan dengan selamat.

    Raga bertugas untuk dapat melakukan perbuatan karena diberi akal fikiran.

    Jiwa bertugas sebagai pendamping dan perekam kegiatan raga.

    Ruh bertugas untuk menyatakan kebenaran dan mengajak untuk berbuat baik dengan penuh kasih sayang.

    Jiwa dan ruh sebelum dimasukkan oleh Tuhan kedalam tubuh manusia tidak ada perjanjian perihal kamu pengikut siapa atau agama apa atau jadi keturunan siapa tetapi yang diminta Tuhan adalah mereka kembali dalam keadaan tetap suci bersih dan tetap mengenali dan mengakui Tuhan yang menciptakannya.

    Jika demikian untuk apa sekarang sesama manusia memperdebatkan masalah keyakinan atau agama apalagi sampai menyakiti sesamanya baik lahir maupun bhatin lebih baik benahi dirimu dan keluargamu dahulu jangan campuri urusan orang lain yang belum tentu kamu lebih baik atau lebih mulia dari mereka dihadapan Tuhan.

    Sahabat-sahabat yang berbahagia ……

    Semua manusia di muka bumi ini akan mengalami proses pemisahan dimana raga akan ditinggalkan oleh jiwa dan ruhnya raga akan menjadi bangkai tidak bisa berbuat apa-apa lagi sedangkan jiwa dan ruh tetap hidup di alam yang lain.

    Tidak ada pengecualian baik ia presiden, raja, pejabat tinggi, pemuka agama, artis, fakir miskin, tua muda, pria wanita semua mengalami proses yang sama.

    Sebenarnya manusia yang akan kembali kepada Tuhan menjelang detik-detik terakhirnya telah mengetahui apakah ia akan selamat atau tidak ketika pencabut nyawa datang dengan keharuman dan berwajah sukacita penuh senyuman memancarkan kebahagiaan pertanda ia datang untuk mencabut ruh-ruh yang tetap suci dan bersih, sebaliknya ketika ia datang bermuka garang dan masam dengan gigi gemerutuk menahan amarah pertanda ia akan mencabut ruh-ruh yang kotor dan berdaki.

    Jika yang datang menjemput ramah dan santun pasti ruh akan menyambut baik dan bersukacita jiwa pun ikut merasakan hal yang sama karena tahu ia akan selamat kembali kepada Tuhan maka raga tidak akan merasakan sakit ketika ruh dan jiwa keluar dari tubuhnya disebabkan sang pencabut nyawa sangat hati-hati dan perlahan – lahan dalam mencabutnya.

    Jika yang datang menjemput dengan amarah dan berwajah garang pasti ruh sangat takut menghadapinya jiwapun ikut merasakan hal yang sama karena tahu siksa yang akan diterima alias tidak selamat kembali kepada Tuhan kondisi yang demikian raga akan merasakan sakit yang amat sangat ketika ruh dan jiwa keluar dari tubuhnya di sebabkan mereka dicabut paksa dengan kemarahan dari sang pencabut nyawa.

    Setelah pencabut nyawa membawa ruhnya maka raga terbujur kaku tak berdaya menjadi bangkai yang siap di apakan saja oleh manusia yang hidup dan meninggalkan semua yang dicintainya termasuk harta bendanya yang berlimpah. Sang mayit hanya ditutupi kain batik dan wajahnya ditutupi kerudung putih tipis busana dan perhiasan mahal yang dibanggakan dilucuti dari tubuhnya.

    Isak tangis menyelimuti keluarga sang mayit terdengar puji-pujian atau ayat-ayat kitab dilantunkan ada pula celoteh-celoteh pertanyaan di antara para pelayat perihal sebab wafatnya sang mayit.

    Suasana duka tampak di kediaman sang mayit kesibukan dari keluarga terlihat

    sanak saudara jauh berdatangan teman kerabat tetangga datang melayat untuk memberikan penghormatan terakhir.

    Persiapan untuk penguburan dimulai dari sang mayit dimandikan sampai upacara pelepasan jenazah dilakukan sesuai dengan keyakinan yang diyakini oleh sang mayit atau keluarganya.

    Tahukah kamu apa yang dilakukan oleh jiwa sang mayit !!!….

    Setelah ruhnya dibawa oleh pencabut nyawa, jiwa melihat raganya terbujur kaku lalu jiwa bertanya ke sana kemari kepada para pelayat dan keluarganya tetapi tidak ada yang menghiraukannya meski ia meratap minta tolong, semua prosesi dilihat dan diikutinya sampai raga dimasukkan ke dalam liang lahat untuk ditimbun menjadi gundukan tanah yang diatasnya ditaburkan aneka bunga warna warni, selama proses upacara berlangsung jiwa masih bisa menyapa atau menyalami para pengantar untuk mengucapkan kata-kata perpisahan dan berterima kasih kepada para pengantar dan keluarganya tetapi ada pula jiwa-jiwa yang meratap minta tolong agar jangan ditinggalkan sendirian karena takut dan tahu bahwa ia akan mengalami siksa kubur tetapi para pengantar juga keluarganya tidak menyadari hal tersebut semua tampak tenang dan biasa saja.

    Andai para pengantar jenazah dan keluarga sang mayit tahu dan menyadari apa yang terjadi di pemakaman pasti mereka bergidik dan tidak lagi datang ke pemakaman dengan bergaya pakai kacamata hitam dan baju bagusnya sambil berkomunikasi dengan handphonenya atau berkelompok berdiri disekitar makam dengan nyamannya tanpa rasa takut sedikitpun sambil bercerita ini dan itu tanpa memperdulikan si penghuni makam.

    Sesungguhnya disemua pemakaman pasti ada yang mengalami siksa kubur dengan terdengarnya suara dentuman yang sangat keras, desis dari binatang melata, bau busuk yang menyengat, suara gemuruh dan gaduh dari dalam kubur, lengkingan jerit tangis kesakitan minta tolong disertai rintihan yang menyayat hati dari para penghuni kubur membuat hati yang bisa melihat dan mendengar pasti sangat takut dan sangat miris.

    Jeritan mereka sia-sia karena tidak ada yang dapat menolongnya karena mereka bertanggung jawab atas dirinya sendiri meskipun makamnya di buat sebagus apapun oleh keluarganya tetap tidak mempengaruhi dari si mayit.

    Semua raga yang telah berpisah dari ruhnya tetap akan mengalami siksa kubur atau nikmat kubur meskipun raganya di kremasikan, raganya hilang di laut, raganya diawetkan untuk dijadikan praktek atau raganya di mummy tetap dalam waktu singkat sang mayit wajib menerima buku catatannya dan mempertanggungjawabkan segala perbuatan-perbuatannya selama raga hidup

    karena alam kubur tidak dibatasi oleh ruang dan waktu maka hukuman tetap berlangsung atau nikmat kubur tetap diberikan bagi jiwa yang selamat.

    Siksa kubur diperuntukkan bagi jiwa-jiwa yang ingkar akan nikmat yang sudah diberikan Tuhan kepada raganya. Selama hidup raga selalu dipakai untuk bermaksiat atau menikmati apa yang di larang oleh Tuhan dengan tidak melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya, raga tidak mengenal Tuhan karena

    selalu dunia yang mereka kejar dan raga juga mempunyai Tuhan yang lain yaitu UANG yang mereka yakini dengan UANG semua bisa dilakukan dan dapat dijadikan sandaran bagi kehidupan masa depannya.

    Ternyata UANG tidak bisa membayar petugas alam kubur agar tidak menyiksanya, UANG yang dahulu dituhankan kini membuat dirinya menjadi celaka dan tidak bisa menolongnya.

    Ketika para pengantar terakhir membalikkan tubuhnya sang mayit sudah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya semasa raganya hidup, siksa kubur yang amat pedih segera menjeratnya ketika sang mayit mendapatkan buku yang berwarna hitam dari petugas alam kubur, beragam macam siksa kubur di timpakan kepada sang mayit tergantung dengan perbuatannya ketika raga hidup.

    Hewan melata mulai memangsanya, gada-gada runcing siap menghajarnya, timah panah mulai melelehkannya, cambuk cemeti mulai memecutinya, besi-besi panas nan runcing menusuki kemaluannya, panganannya adalah batubara nan panas dan minumannya adalah darah dan nanah berisi belatung yang sangat bau dan menjijikan itulah sekelumit contoh kecil dari siksa kubur dan jiwa yang merasakannya sampai hari kebangkitan.

    Siksa kubur ini masih diperhitungkan berdasarkan kesalahan-kesalahannya sendiri dan kelalaiannya terhadap Tuhan. Dapat dipastikan jika sudah menjalani siksa kubur tentunya akan mengalami siksa neraka yang lebih berat mengapa!!

    Karena siksa kubur adalah kesalahan diri sendiri dan kelalaian kepada Tuhan untuk siksa neraka akan diperhitungkan berdasarkan kelalaian kepada Tuhan, kesalahan diri dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain yaitu dengan sesama manusia, hewan, tumbuhan, udara, air, bebatuan, api, matahari, bulan, bintang, petir, awan, dan lain sebagainya.

    Bagi sang mayit yang menerima buku putih dari petugas alam kubur tentunya sangat bersuka cita karena alam kubur yang ditempatinya berubah menjadi bak istana indah dengan tamannya dan dihiasi aneka tumbuhan bunga nan elok dipandang mata mengeluarkan keharuman nan menyejukkan membuatnya nyaman tak ingin beranjak pergi, sehingga ketika dibangkitkan untuk memasuki tahap berikutnya yaitu dimana peradilan besar akan dimulai mereka merasa begitu cepat waktu untuk meninggalkan istananya.

    Bagi penghuni alam kubur yang seperti ini juga sebenarnya belum benar-benar murni akan menjadi penghuni surga, mengapa !!!!!!!!

    Karena kenikmatan yang ia dapat adalah belum diperhitungkan dengan kesalahan kepada sesama manusia, tumbuhan, udara, air, bebatuan, api, matahari, bulan, bintang, petir, awan, tanah dan lain sebagainya.

    Filmnya diputar saksi-saksi dihadirkan lalu hati yang menentukan kebenarannya, apa niatnya ketika melakukan ini dan itu selanjutnya menanti putusan dari Tuhan apakah kamu dikenal atau tidak oleh Tuhan, apakah dosa-dosanya diampuni atau tidak !!!! Jika jiwa dan ruhnya dikenali maka keselamatan didapat karena mendapatkan ampunan dari Tuhan dan menjadi penghuni surga tetapi jika tidak dikenali maka celakalah akibatnya karena dosa-dosanya tidak diampuni oleh Tuhan maka neraka tempatnya.

    Bagi jiwa-jiwa yang sudah merasakan nikmat terbebas dari siksa kubur ketika mereka kembali harus menjalani masa penghakiman yang sangat adil dan bijaksana dimana Tuhan sebagai pemutusnya maka jiwa-jiwa tersebut tidak dapat mengelak atau membantah lagi dan siap untuk dijadikan penghuni neraka apabila perhitungan menunjukan bahwa kesalahannya lebih banyak kepada sesama dan makhluk ciptaan Tuhan yang lain dan tidak dapat pengampunan dari Tuhan. karena manusia seperti ini melakukan segala ibadahnya berharap mendapatkan imbalan atas jerih payahnya tetapi Tuhan telah menggenapinya yaitu dibebaskannya mereka dari siksa kubur dan menikmati surga sementara-Nya.

    “ Alam kubur akan dirasakan oleh semua manusia dari manusia pertama yaitu Adam sampai manusia terakhir di hari kiamat tanpa terkecuali “.

    Sahabat-sahabat yang terkasih……

    Tentunya sangat ingin jiwa-jiwanya dikenali oleh Tuhan untuk diberi jaminan keselamatan yang abadi, untuk itu selagi ada kesempatan sebelum raga berpisah dengan jiwa dan ruh gunakanlah waktu yang sedikit ini untuk mengenal Tuhan dan mencintainya jangan sia-siakan sisa hidupmu untuk hal-hal yang merugikan jiwamu janganlah memberikan cintamu secara berlebihan kepada sang kekasih, keluarga, harta, jabatan atau apapun yang selain Tuhan, yang semuanya nanti kamu tinggalkan dan tidak bisa menjamin keselamatanmu di akherat.

    Mulailah membenahi diri dengan banyak mendekatkan diri kepada Tuhan, jangan percaya ramalan, paranormal, dukun, hipnotis atau bermain-main dengan hal-hal yang berbau mistik dan jangan percaya takhyul karena ritual-ritual budaya turun temurun yang semua itu dapat mengakibatkan kamu jauh dari Tuhan.

    Percayakan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas apa-apa yang terjadi pada mu, serahkan beban-bebanmu pada-Nya, jadilah manusia yang berserah diri dan selalu bersyukur kepada Tuhan.

    Jangan sembarangan menyeru nama Tuhan untuk hal-hal yang tidak di sukai oleh-Nya atau hanya pandai menyeru secara lisan saja tetapi sebenarnya kamu tidak mengenal dan mencintainya.

    Lisan selalu menyeru nama Tuhan berkali-kali dalam sehari semalam, tetapi apalah guna jika di hatimu masih ada tuhan-tuhan lain yaitu di hatimu masih berisi rasa cemas rasa khawatir takut yang berlebihan, tidak ada keyakinan kepada Tuhan, lebih mencintai makhluk ciptaan Tuhan seperti cinta kepada kekasih, cinta kepada suami, cinta kepada istri, sayang yang berlebihan kepada anak atau orang tua atau saudara, lebih mendewakan uang, pangkat jabatan, ketenaran dan lain sebagainya….

    Bagaimana ada ruang untuk Tuhan jika kamu masih mengandalkan diri sendiri dalam mengarungi kehidupan ini dengan tidak mensyukuri dan berterima kasih atas apa-apa yang sudah kamu nikmati tetapi selalu mengeluh kurang ini kurang itu !!!!!!!

    Meskipun Lisan selalu menyeru nama Tuhan selagi raga hidup tetapi mengapa Tuhan tidak mengenalnya, apa yang terjadi ? dimana kesalahannya !

    “ Ketika Manusia membutuhkan Tuhan di hari penghakiman dan minta di selamatkan agar dapat masuk surga dengan mengatakan bahwa ketika di dunia ia selalu menyeru nama Tuhan terus menerus tetapi Tuhan menjawab sesungguhnya AKU tidak mengenalmu “

    Itulah kerugian terbesar bagi manusia-manusia yang tidak mengenal Tuhannya. mereka hanya melakukan ritual-ritual ibadah tidak dengan hatinya tetapi hanya melaksanakan kewajiban-kewajiban perintah Tuhan tanpa ingin mengenal apalagi berdasarkan cinta kepada Tuhan.

    Jika di sadari manusia dapat melaksanakan kewajiban-kewajibannya dapat beramal dan lain sebagainya sebenarnya itu atas ijin Tuhan dan bukan karena kemampuan dirinya sendiri. jadi manusia itu sebenarnya tidak mempunyai daya dan upaya tanpa pertolongan Tuhan maka manusia tidak boleh sombong dan angkuh dalam mengarungi kehidupannya.

    Semasa raga masih bersatu dengan jiwa dan ruhnya kesempatan untuk mengenal Tuhan tidak dipergunakan dengan sebaik-baiknya mereka lebih memilih mengenal dan mencintai makhluk-makhluk ciptaan Tuhan.

    Mereka lebih mendewakan atau mengkultuskan makhluk ciptaan Tuhan tentu saja Tuhan murka karena disekutukan atau di sejajarkan dengan makhluk ciptaan-Nya.

    Manusia lebih memilih takut kepada makhluk ciptaan Tuhan contohnya antara lain adalah bawahan mempunyai rasa takut dan sangat patuh kepada atasannya suami takut dan patuh kepada istrinya atau sebaliknya, anak takut dan patuh kepada orang tuanya, manusia takut kepada hantu atau makhluk buruk, manusia takut akan siksa kubur, manusia takut masuk neraka tetapi kenapa mereka tidak takut dan patuh kepada yang menciptakan semua itu ?….

    Manusia lebih mendahulukan kepentingan dunianya daripada kepentingan akheratnya, persiapan untuk akheratnya masuk urutan nomor sekian karena dinilai tidak penting atau disepelekan atau dilakukan tetapi dengan ala kadarnya saja sedangkan untuk persiapan masa depan dunia sudah dipikirkan dengan matang sampai harus di asuransikan meski sang anak baru lahir, untuk menyambut hari raya yang masih satu tahun ke muka saja sudah sejak awal dipersiapkan dengan menyisihkan penghasilannya yang akan habis jika selesai hari raya begitu seterusnya dan menyimpan banyak uang atau harta benda untuk bekal masa depan keturunannya dan bekal untuk masa tuanya pertanda manusia tidak percaya kepada Tuhan Yang Maha Mencukupi semua diperhitungkan sangat teliti dan hidup hemat untuk bekal masa depan di dunia beragam cara dipakai untuk menimbun harta benda, manusia sudah tidak memperdulikan hukum atau aturan semua dilanggar demi memuaskan hawa nafsu dunia.

    Anak dipacu untuk mengenyam pendidikan yang tinggi usia balita sudah harus pandai ini dan itu, orang tua takut anaknya akan tertinggal dan menjadi bodoh karena perkembangan tekhnologi yang semakin maju pesat, takut tidak mendapatkan pekerjaan, takut anaknya hidup susah atau miskin …….

    Sangat-sangat miris menyaksikan keadaan manusia yang demikian mereka sudah sangat-sangat salah dalam menafsirkan firman-firman Tuhan tentang kehidupan di dunia mereka sudah terjebak dan dirasuki oleh iblis sehingga tidak mau mendengar atau mempelajari kebenaran dari firman-firman Tuhan.

    Bagi manusia yang mau mengenal dan mencintai Tuhan maka semua kebutuhan hidupnya di dunia akan dicukupi tetapi bagi manusia yang lebih mencintai dunia maka mereka akan menjauh dari Tuhan

    “ TUHAN TIDAK PERNAH MENJAUH DARI UMATNYA TETAPI UMATNYA YANG MENJAUH DARINYA “

    Perdalam lagi pengetahuanmu tentang ilmu-ilmu Ketuhanan pelajari dan pahami firman-firman-Nya rubahlah gaya hidupmu mulailah siapkan bekal untuk menyongsong kematian raga dengan suka cita demi menghantarkan jiwa dan ruh kembali ke hadirat Tuhan dengan selamat.

    Tingkatkan ibadahmu dengan niat karena ingin mencintai dan dicintai Tuhan perbanyak berbuat kebajikan dengan mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan keyakinan perbanyaklah melakukan kepekaan-kepekaan jadilah manusia yang mau melayani dan bukan manusia yang ingin dilayani maafkanlah semua orang-orang yang telah menyakiti atau menyinggungmu bersikaplah rendah hati dan jadilah manusia yang bijaksana dalam berfikir dan bertindak selalu berfikir positif dalam menghadapi hidup.

    Tanggalkan ego untuk mengejar nafsu dunia bergantilah menjadi keinginan yang sangat besar untuk mengenal dan mencintai Tuhan.

    Kosongkan relung hatimu dan ijinkan Tuhan Yang Tunggal untuk menempatinya maka kamu akan selamat dan menanti kematian raga dengan suka cita.

    MATIKANLAH DIRIMU SEBELUM KAMU DIMATIKAN

    LEBIH BAIK HINA DI MATA MANUSIA

    DARI PADA HINA DIHADAPAN TUHAN

    GOD IS THE BEST FOR MY LIFE

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s