Istiqomah

Bismillahir rahmanir rahiim

اللهSWT berfirman:

ان الدين قالواربنا الله ثم استقامو تتنزل عليهم الملائكة ألا تخافوا ولا تحزنوا ان الدين قالواربنا الله ثم استقامو تتنزلعليهم الملائكة ألا تخافوا ولا تحزنوا

وأبشروابالجنة التي كنتم توعدون (فصلت 30) وأبشروابالجنة التي كنتم توعدون (فصلت 30)

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Rabbi kami adalah الله Kemudian mereka meneguhkan (pendirian mereka), maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata),” Janganlah kamu Merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan (mendapatkan) surga yang الله telah dijanjikan kepada kamu. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami adalah الله kemudian mereka meneguhkan (pendirian mereka), maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati dan bergembiralah kamu dengan (mendapatkan) surga yang telah dijanjikan الله kepada kamu. (QS: Fushilat 30). (QS : Fushilat 30).

Dari Tsauban dari Nabi SAW diceritakan Bahwa beliau bersabda: Dari Tsauban dari Nabi SAW diceritakan bahwa beliau bersabda :

استقيمواولن تحصوا, واعلموا ان خير دينكم الصلاة, ولن يحافظ على الوضوء الا المؤمن استقيمواولن تحصوا, واعلموا ان خير دينكم الصلاة , ولن يحافظ على الوضوء الا المؤمن

“Istiqamahlah kamu dan janganlah sekali-kali menghitung-hitung (amal) mu. “ Istiqamahlah kamu dan janganlah sekali-kali menghitung-hitung (amal)mu. Ketahuilah Bahwa Amalan Sebaik-baik agamamu adalah shalat. Ketahuilah bahwa sebaik-baik amalan agamamu adalah shalat. Dan tidak ada yang mampu menjaga wudhu selain orang mukmin “ Dan tidak ada yang mampu menjaga wudhu selain orang mukmin”


Suatu Istiqamah adalah derajat yang dengannya akan terwujud kesempurnaan dan kelengkapan perkara Kebajikan. Istiqamah adalah suatu derajat yang dengannya akan terwujud kesempurnaan dan kelengkapan perkara kebajikan. Istiqamah dengan berbagai kebaikan dan koordinasi Sistematika kebaikan menjadi ada. Dengan istiqamah berbagai kebaikan dan koordinasi sistematika kebaikan menjadi ada. Orang yang tidak bisa Menjalankan Istiqamah di dalam ibadahnya, maka usahanya menjadi sirna dan perjuangannya dihitung gagal. الله berfirman: Orang yang tidak bisa menjalankan istiqamah di dalam ibadahnya, maka usahanya menjadi sirna dan perjuangannya dihitung gagal. الله berfirman :

ولا تكونوا كا التي نقضت غزلهامن بعض قوة أنكاثا ولا تكونوا كا التي نقضت غزلهامن بعض قوة أنكاثا

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benang-benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi tercerai berai”.Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benang-benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi tercerai berai”.

Barang siapa tidak Istiqamah dalam menetapi sifat baiknya, maka ia tidak bisa memperbaiki dan meningkat dari satu Maqam ke Maqam berikutnya serta tidak bisa mempertegas kepastian perilakunya mengarah kepada kebaikan. Barang siapa tidak istiqamah dalam menetapi sifat baiknya, maka ia tidak bisa memperbaiki dan meningkat dari satu maqam ke maqam berikutnya serta tidak bisa mempertegas perilakunya mengarah kepada kepastian kebaikan. Istiqamah Merupakan syarat utama bagi pemula dalam menjalani perjalanan sufi. Istiqamah merupakan syarat utama bagi pemula dalam menjalani perjalanan sufi. Sebagaimana keharusan orang yang makrifatuLlah untuk tetap beristiqamah dalam etika pengetrapan berbagai tahapan tahapan akhir pengarungan sufi. Sebagaimana keharusan orang yang makrifatuLlah untuk tetap beristiqamah dalam pengetrapan berbagai etika pengarungan tahapan tahapan akhir sufi. Maka diantara tanda-tanda bagi sufi pemula Istiqamah adalah ketiadaan perubahan pelaksanaan ibadahnya, meski hanya sekejap. Maka diantara tanda-tanda istiqamah bagi sufi pemula adalah ketiadaan perubahan pelaksanaan ibadahnya, meski hanya sekejap. Sedangkan tanda-tanda dari Istiqamah sufi yang berada di tengah-tengah perjalanan sufinya adalah keharusan dia untuk tidak menyelai tahapan-tahapan dari satu perjalanan sufinya Maqam ke Maqam berikutnya atau pemberhentian dengan istirahat. Sedangkan tanda-tanda istiqamah dari sufi yang berada di tengah-tengah perjalanan sufinya adalah keharusan dia untuk tidak menyelai tahapan-tahapan perjalanan sufinya dari satu maqam ke maqam berikutnya dengan pemberhentian atau istirahat. Adapun bagi sufi pamungkas, diantara tanda-tandanya adalah ketiadaan intervensi ketertutupan (hijab atau tabir yang menghalangi pemunculan kepada kemakrifatannya الله) dalam keberlangsungan ma’rifatuLlah. Adapun bagi sufi pamungkas, diantara tanda-tandanya adalah ketiadaan intervensi ketertutupan (hijab atau pemunculan tabir yang menghalangi kemakrifatannya kepada الله ) dalam keberlangsungan ma’rifatuLlah.

Syaikh Abu Ali Ad-Daqaq mengatakan, “Istiqamah Putaran memiliki tiga Tingkatan. Syaikh Abu Ali Ad-Daqaq mengatakan, “Istiqamah memiliki tiga putaran tingkatan. Pertama adalah Penegakan, kemudian berdiri, dan akhirnya Istiqamah (kontinyu). Taqwim / Penegakan Merupakan proses latihan nafsu. Iqamah / berdiri Merupakan pendidikan hati. Pertama adalah penegakan, kemudian berdiri, dan akhirnya istiqamah (kontinyu). Taqwim / penegakan merupakan proses latihan nafsu. Iqamah / berdiri merupakan pendidikan hati. Dan Pendekatan Istiqamah adalah rahasia-rahasia. Dan istiqamah adalah pendekatan rahasia-rahasia.

Dalam hal ini kaitannya dengan ayat, “Kemudian mereka ber Istiqamah” Abu Bakar As-shidiq mengartikan, “mereka tidak syirik”. Dalam hal ini kaitannya dengan ayat, “ kemudian mereka ber istiqamah” Abu Bakar As-Shidiq mengartikan, “mereka tidak syirik”. Sementara Umar RA menafsiri Sebagai orang yang pergi ke sana ke mari seperti serigala yang Berjalan berputar-putar dalam keadaan miring. Pernyataan Abu Bakar RA mengandung makna Memperhatikan kejelian dalam dasar-dasar tauhid, Sedangkan Umar RA Pernyataan menyiratkan makna pelepasan tuntutan Penafsiran dan konsistensi dalam menetapi syarat perjanjian. Sementara Umar RA menafsiri sebagai orang yang pergi ke sana ke mari seperti serigala yang berjalan berputar-putar dalam keadaan miring. Pernyataan Abu Bakar RA mengandung makna kejelian dalam memperhatikan dasar-dasar tauhid, sedangkan pernyataan Umar RA menyiratkan makna pelepasan tuntutan penafsiran dan konsistensi dalam menetapi syarat perjanjian.

Ibnu Atha ‘mengatakan, “Istiqamahlah kalian penyatuan dalam kesendirian hati dengan الله.” Ibnu Atha’ mengatakan, “ Istiqamahlah kalian dalam penyatuan kesendirian hati dengan الله .”

Abu Ali Al-Jauzajani RA berkata, “jadilah Pelaku Istiqamah dan jangan Menuntut Karamah. Abu Ali Al-Jauzajani RA berkata, “jadilah pelaku istiqamah dan jangan menuntut karamah. Dirimu selalu bergerak dalam pencarian Karamah, Sedangkan Tuhanmu menuntutmu untuk tetap dalam Istiqamah “. Dirimu selalu bergerak dalam pencarian karamah, sedangkan Tuhanmu menuntutmu untuk tetap dalam istiqamah”.

“Suatu hara Saya Lihat Nabi SAW dalam mimpi”, cerita Ali As-Syabawi, “lalu saya bertanya kepada beliau,” Bahwa Tuan Diceritakan dari Tuan pernah berkata, ” ‘Surah Hud menjadikan rambutku beruban. “Suatu hara saya melihat Nabi SAW dalam mimpi”, cerita Ali As-Syabawi, “lalu saya bertanya kepada beliau, “Diceritakan dari Tuan bahwa Tuan pernah berkata, “’Surah Hud menjadikan rambutku beruban. Apa yang membuat Tuan rambut beruban? Apa yang membuat rambut Tuan beruban ? apakah kisah-kisah para Nabi atau kerusakan umat? “. apakah kisah-kisah para Nabi atau kerusakan umat ?”. Kemudian Beliau menjawab, “Bukan itu akan tetapi firman-Nya yang berbunyi: kemudian Beliau menjawab, “Bukan itu akan tetapi firman-Nya yang berbunyi :

فا ستقم كما أمرت فا ستقم كما أمرت

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar Sebagaimana diperintahkan kepadamu. Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu . (QS Hud 112) (QS Hud 112)

Bahwa dikatakan tidak ada yang kuat menjalani Istiqamah kecuali orang-orang yang Berjiwa Besar Menuntut Istiqamah karena pengeluaran diri dari apa-apa yang dijanjikan dan pemisahan dari legitimasi (Pengakuan atau stempel) dan adat. Dikatakan bahwa tidak ada yang kuat menjalani istiqamah kecuali orang-orang yang berjiwa besar karena istiqamah menuntut pengeluaran diri dari apa-apa yang dijanjikan dan pemisahan dari legitimasi (pengakuan atau stempel) dan adat. Berdiri tegak di hadapan الله memang harus didasarkan pada hakikat kebenaran. Berdiri tegak di hadapan الله memang harus didasarkan pada hakikat kebenaran . karena itu Nabi SAWW bersabda: karena itu Nabi SAWW bersabda :

استقيموا ولن تحصوا استقيموا ولن تحصوا

“Istiqamahlah kalian dan jangan sekali-kali menghitung-hitung (amal bagusmu)Istiqamahlah kalian dan jangan sekali-kali menghitung-hitung (amal bagusmu)

Istiqamah adalah sifat akhlak sempurna, tanpa Istiqamah akhlak akan menjadi buruk “. Istiqamah adalah sifat akhlak sempurna, tanpa istiqamah akhlak akan menjadi buruk”. Kata Muhammad Al Wasithi. Kata Muhammad Al Wasithi.

“Istiqamah adalah pada waktu anda penyaksian Bersamaan dengan pelaksanaannya”. “Istiqamah adalah penyaksian anda pada waktu bersamaan dengan pelaksanaannya”. Nasihat Dalf As-Syibli. Nasihat Dalf As-Syibli.

Bahwa dikatakan Istiqamah dalam kata-kata adalah dengan Meninggalkan ghaibah (Berbisik membicarakan kejelekan orang lain). Dikatakan bahwa istiqamah dalam kata-kata adalah dengan meninggalkan ghaibah (berbisik membicarakan kejelekan orang lain). Meninggalkan dengan perbuatan dalam bid’ah, intensivikasi dalam perilaku peniadaan dengan penangguhan, dan dalam peniadaan Ahwal dengan jilbab. Dalam perbuatan dengan meninggalkan bid’ah, dalam intensivikasi perilaku dengan peniadaan penangguhan, dan dalam ahwal dengan peniadaan hijab.

Imam Abu Bakar Muhammad bin Husain bin Furak mengatakan, “Istiqamah adalah dosa dosa dalam penuntutan. Imam Abu Bakar Muhammad bin Husain bin Furak mengatakan, “ sin dalam istiqamah adalah sin penuntutan. Artinya para sufi Pelaku pelurusan Meminta sikap pada Al-Haq dengan didasarkan pada nilai-nilai tauhid, kemudian mereka mempunyai kekuasaan atau kekuatan menjaga janjinya dan Batasan-Batasan hukumnya “. Artinya para pelaku sufi meminta pelurusan sikap pada Al-Haq dengan didasarkan pada nilai-nilai tauhid, kemudian mereka menepati janjinya dan menjaga batasan-batasan hukumnya”.

Ketahuilah Bahwa keabadian Istiqamah mengharuskan Karamah. الله SWT berfirman: Ketahuilah bahwa istiqamah mengharuskan keabadian karamah. الله SWT berfirman :

وأن لواستقامواعلى الطريقة لآسقيناهم مأء غدقا وأن لواستقامواعلى الطريقة لآسقيناهم مأء غدقا

“Dan Jika mereka tetap Berjalan mulus (Istiqamah) di atas jalan itu (agama Islam), tentu Kami akan benar-benar memberi minum kepada mereka air yang segar (rizki yang banyak). (Al Jin 16) “Dan jika mereka tetap berjalan mulus (istiqamah) di atas jalan itu (agama Islam), tentu Kami akan benar-benar memberi minum kepada mereka air yang segar (rizki yang banyak). ( Al Jin 16)

الله tidak mengatakan “saqaiNaahum” yang bermakna Kami memberi minum kepada mereka, akan tetapi mengatakan, “Asqainaahum” yang bermakna Kami benar-benar memberi minum kepada mereka. الله tidak mengatakan “ saqaiNaahum” yang bermakna Kami memberi minum kepada mereka, akan tetapi mengatakan ,” Asqainaahum” yang bermakna Kami benar-benar memberi minum kepada mereka. Arti ini mengandung makna keabadian. Arti ini mengandung makna keabadian.

Al-Junaid bercerita: Saya pernah Bertemu seorang pemuda di bawah pohon besar di daerah pedalaman. Al-Junaid bercerita : Saya pernah bertemu seorang pemuda di bawah pohon besar di daerah pedalaman. Pemuda Ini merupakan salah seorang sufi murid yang sedang menjalani laku bathin. Pemuda ini merupakan salah seorang murid sufi yang sedang menjalani laku bathin. Dia sedang duduk di bawah pohon Suatu besar. Dia sedang duduk di bawah suatu pohon besar.

“Apa yang membuatmu duduk di sini?” Tanya saya. “Apa yang membuatmu duduk di sini ?” tanya saya.

“Mencari hal yang hilang”. “Mencari hal yang hilang”. jawabnya jawabnya

Sayapun berlalu meninggalkannya. Sayapun berlalu meninggalkannya. Ketika pulang dari haji, saya mendapatkan pemuda tadi berpindah tempat duduk di dekat pohon besar. Ketika pulang dari haji, saya mendapatkan pemuda tadi berpindah tempat duduk di dekat pohon besar.

“Apa yang membuatmu pindah dan duduk di sini?” “Apa yang membuatmu pindah dan duduk di sini ?”

“Saya Menemukan apa yang saya cari ternyata ada di tempat ini. “Saya menemukan apa yang saya cari ternyata ada di tempat ini. Karena itu saya pindah dan menetapinya “. Karena itu saya pindah dan menetapinya”.

Al-Junayd heran dan bergumam, “Saya tidak tahu, mana yang lebih mulia. Al-Junaid heran dan bergumam, “Saya tidak tahu, mana yang lebih mulia. Apakah tetapnya (Istiqamah) karena pencarian sesuatu hal yang hilang atau tetapnya pada Suatu tempat yang di dalamnya diperoleh apa yang dikehendakinya “. Apakah tetapnya (istiqamah) karena pencarian sesuatu hal yang hilang atau tetapnya pada suatu tempat yang di dalamnya diperoleh apa yang dikehendakinya”.