Syaikh Abu Nimah Bin Muslimah

Bismillahir Rahmanir Rahiim

Beliau adalah pemimpin para wali, ketua orang-orang suci, penghulu orang-orang bertaqwa. Beliau memiliki pengaruh yang sangat besar, dianugerahi berbagai karamah dan kejadian supra natural .Beliau adalah salah seorang yang ditampakkan oleh dan diserahi otoritas. Orang-orang sangat menghormati dan segan kepadanya.

Beliau termasuk ahlul ilmi, ahlul ibadah, berakhlak mulia dan sangat senang menjamu tamu, selalu memuliakan orang asing, sangat mengasihi orang-orang miskin, berlemah lembut terhadap yang lemah.

Di masanya, beliaulah penghulu disiplin ilmu ini baik dalam ilmu, maqam, kondisi spiritual (al-haal), maupun perbuatan. Dari tangan beliau terlahir banyak syaikh besar seperti Syaikh Aqil Al-Munbaji. Kepada beliau banyak para sufi menuntut ilmu. Pengaruh beliau pada dunia tasawuf sangat besar. Para ulama dan syaikh sepakat untuk menghormati beliau dan memuliakannya.

Diriwayatkan beliau berkata, “Aku sedang mengasuh 40 butir benih yang sudah ditebar, dan hanya Syaikh Aqil ini yang aku lihat mulai tumbuh”. Syaikh Aqil memiliki empat puluh orang murid diantaranya adalah Syaikh Uday bin Musafir, Syaikh Musa Az-Zauli, Syaikh Ruslam Ad-Dimasyqi dan Syaikh Syabib Asy-Syathi Al-Farani.

Pengarang kitab al-Arwah meriwayatkan bahwa suatu ketika tentara kafir datang menyerbu daerah Saruji, membunuh dan menawan para penduduk dan mulai bergerak menuju ke arah zawiyahnya. Ketika berita tersebut sampai kepada mereka yang berada di zawiyah, mereka berkata kepada Sang Syaikh,”Tuanku, musuh telah mendatangi kita”. Beliau berkata, “bersabarlah kalian “. Dan beliau selalu mengulangi perkataan tersebut setiap kali para muridnya mengingatkan beliau”. Sampai ketika musuh hanya terpisah beberapa saat dari zawiyahnya, beliau keluar, malambaikan tangannya yang mulia kepada tentara tersebut sebagai isyarat untuk kembali. Maka kuda-kuda merekapun berbalik arah tanpa dapat mereka kendalikan sehingga tidak sedikit orang dan kuda yang mati. Sisanya mencapai perbatasan dalam keadaan yang menyedihkan. Akhirnya mereka turun dari kuda dan berjalan menuju zawiyah dengan adab seperti layaknya orang yang ingin mengunjungi beliau.

Mereka lalau mengutus orang untuk memohon maaf kepada beliau dan beliau berkata kepada utusan mereka, “Katakan kpd mereka bahwa jawaban akan datang esok hari”. Mereka tidak mengetahui apa yang akan datang kepada mereka. Dan ternyata keesokan harinya yang datang adalah bala tentara muslim yang langsung menyerang mereka.

Di dlam kitab yang sama diriwayatkan kisah yang lain, bahwa seorang anak beliau ditahan oleh tentara kafir yang sudah kalah tersebut dan membawanya bersama mereka. Ketika malam ied tiba, ibu dari anak tersebut menangis dan berkata, “Bagaimana aku bisa berbahagia sedang anaku dalam tawanan”. “Kalau begitu apa yang engkau inginkan ?” tanya Sang Syaikh kepada isterinya. “Kemurahanmu ya syaikh”. Jawab isterinya. “Besok kita akan mengambilnya”. Jawab Sang Syaikh kepadanya.

Kemudidan Sang Syaikh berkata kepada pelayannya, “Besok pergilah ke Tal Harmalah dan bawalah dia kemari”. Keesokan harinya mereka pergi seperti yang diperintahkan Sang Syaikh dan mendapati anak tersebut disana bersama seekor singa. Anak tersebut berkata kepada mereka bahwa singa tersebut datang dan membawanya di punggung lalu pergi dari tempat ia di tawan. Saat orag-orang mengejarnya, mereka melihat singa tersebut dan akhirnya mereka lari ketakutan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Tal-Harmalah adalah sebuah desa di sebelah timur desa tempat tinggal Sang Syaikh dan dapat ditempuh dalam satu jam perjalanan.

Diriwayatkan dari seorang ibu yang sedang melaksanakan ibadah haji membuat kue di malam hari raya iedul adha., si ibu berkata, “Kami telah membuat kue akan tetapi di hatiku terbayang si fulan (anaknya yang sedang pergi haji) “. Syaikh Ni’mah berkata kepada ibu tersebut, “Berikan semua itu kepadaku dan aku akan menyimpannya untuk anakmu”. Kemudian beliau membungkusnya dengan sehelai kain. Saat si anak pulang dari perjalanan hajinya, ia mendapatkan bagiannya yang disimpan Sang Syaikh seperti baru dieluarkan dari oven.

Beliau wafat pada bulan Rajab 466 H di desanya yang berjarak satu setengah jam dari Saruji dan juga dikuburkan di sana.

4 thoughts on “Syaikh Abu Nimah Bin Muslimah

  1. ALI ZAINAL ABIDIN
    Ali Zainal Abidin adalah putera Husein radiallahu’anhu , beliau dilahirkan di Madinah di rumah neneknya Fatimah Az Zahrah puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam pada hari kamis tanggal 7 sya’ban 37 H . Ayahnya Husein radliyallahu ‘anhu mengajari berbagai ilmu agama sejak masa kanak – kanaknya . Oleh karenanya fikiran dan perasaannya berkembang dengan dipenuhi oleh bekal agama . Suatu ketika beliau pergi bersama ayahndanya Husein radliyallahu ‘anhu . dalam perjalan tersebut beliau menyaksikan dengan mata kepala sendiri tragedi karbala , padahal beliau ketika itu masih kanak-kanak . beliau menyaksikan pembantaian berdarah yang dilakukan oleh Ibn Ziyad kepada ahl al-bait , beliau menyaksikan saudaranya Ali Akbar saat terbunuh lalu mayatnya tergeletak didepan kemah para perempuan , beliau menyaksikan saudaranya Ali Ashghar saat terkena panah ketika mendampingi ayahnya yang kemudian dibantai , beliau melihat perbuatan Syamr Ibn Dzijausyan saat menginjak dada ayahnya kemudian kepalanya dipisahkan dari badannya . Semua itu beliau saksikan ketika usianya yang sangat muda , kepedihan tragedi itulah yang mendewasakan jiwanya dalam kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala , taat dan tekun beribadah kepada-Nya . Pada suatu ketika , ada seorang sahabatnya mendatanginya disisi Ka’bah , sahabatnya itu menjumpai beliau ketika sedang berdo’a dan menangis didekat salah satu pojok Ka’bah . Setelah selesai beliau berdo’a , ia ( sahabatnya ) berkata kepadanya : “ Tenanglah wahai putera Husein , sesungguhnya Allah memberi karunia kepadamu dengan tiga perkara yang bisa membukakan pintu Rahmat-Nya kepadamu , pertama : bahwa engkau adalah putra cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam . kedua : kakekmu adalah orang yang bisa member syafa’at . ketiga : engkau adalah Ahl al-bait yang dekat dengan Rahmat Allah .
    Setelah orang tersebut selesai dari ucapannya , Ali Zainal Abidin memandanginya seraya berkata : “ Sesungguhnya garis keturunanku bersambung kepada Rasulullah itu adalah sebesar-besar nikmat yang diberikan kepadaku . tetapi Allah berfirman pada hari kiamat , “ Pada hari itu tidak berpengaruh garis keturunan , dan satu sama lain tidak dapat melimpahkan tanggung jawab”. Adapun kakekku yang engkau katakan pemberi syafa’at , maka sesungguhnya Allah berfirman ,” Tidak ada yang bisa memberi syafa’at , kecuali bagi siapa yang mendapat ridha-Nya”. Sedangkan rahmat Allah itu sesungguhnya dekat kepada setiap orang yang berbuat baik . ( dipetik dari kitab “ Hayat Ash – Shalihin “ , oleh syekh Abdul Mun’im Qindil )
    Allah SWT berfirman : ” Bahkan mereka mengambil pemberi syafa’at selain Allah . Katakanlah : ” Dan apakah ( kamu mengambilnya juga ) meskipun mereka tidak memiliki sesuatupun dan tidak berakal ”. Katakanlah : ” Hanya kepunyaan Allah syafa’at itu semuanya . Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi . Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan ”. ( Q.S. 39 : 43-44 ).

    Dari Abu hurairah diceriterakan , “ ketika turun ayat ‘ dan peringatkanlah olehmu kaum kerabatmu yang terdekat ‘ ( QS, asy-syuara :24 ) Rasulullah segera memanggil dan mengumpulkan kerabatnya , ditengah – tengah mereka beliau berkata :
    “ Wahai bani ( keturunan ) abdi Syams , wahai bani Ka’ab bani Lu’ay , selamatkanlah dirimu dari api neraka ! , wahai Bani abdi Manaf , selamatkanlah diri kalian dari api neraka ! wahai Bani Hasyim , selamatkanlah diri kalian dari api neraka ! wahai Bani Abdul Muthalib , jagalah diri kalian dari siksa api neraka! Wahai Fatimah anakku , selamatkanlah dirimu dari api neraka ! karena aku tidak bisa membela kalian kelak dihadapan Allah Ta’ala , walaupun kalian kerabatku , kecuali aku akan meneteskan air-air kekeluargaan ini semampuku menjaga hubungan dengan kalian didunia ini “ ( HR Muslim )

  2. Dari Anas radhiallahu anhu . adalah Ibnu Malik Radhiallahu anhu, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “ Allah mengumpulkan manusia pada hari kiamat , maka mereka berkata : “ seandainya kita mohon syafa’at kepada Tuhan kita , sehingga Tuhan memberikan kelonggaran kepada kita di tempat kita ini , lalu mereka dating kepada Adam dan berkata : “ Engkaulah yang diciptakan Allah dengan tangan-Nya , Dia meniupkan Ruh – Nya padamu dan Allah telah memerintahkan malaikat sujud kepadamu , maka mohonkanlah syafa’at untuk kami disisi Tuhan kami. Lalu Adam menjawab : “ Aku tidaklah menempati tempat itu “ ia menyebutkan kesalahan – kesalahannya dan berkata : “ Datanglah kepada Nuh , maka Nuh menjawab : “ aku tidak menempati tempat itu “ dan ia menyebutkan kesalahan – kesalahnya – ia berkata : “ Datangilah Ibrahim yang mana Allah menjadikannya sebagai kekasih “ , lalu mereka datang kepada Ibrahim , maka Ibrahim menjawab : “ aku tidak menempati tempat itu “ dan ia menyebutkan kesalahnya , “datangilah Musa yang diajak bicara oleh Allah , lalu mereka mendatangi Musa , maka Musa menjawab : “ aku tidak menempati tempat itu – ia menyebutkan kesalahan nya , datangilah Isa “ lalu mereka mendatangi Isa , maka isa menjawab “ aku tidaklah menempati tempat itu “ datangilah Muhammad SAW yang telah diampuni dosa – dosanya yang terdahulu dan kemudian” lalu mereka datang kepadaku dan aku minta izin kepada Tuhan-ku . Ketika aku melihat-Nya aku sujud , dan Tuhan meninggalkanku sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya , kemudian diserukan “ Angkatlah kepalamu , mintalah , maka maka kamu akan diberi dan berkatalah maka kamu akan didengar mohonlah syafa’at maka akan diberi syafa’at.” Kemudian aku mengangkat kepala dan memuji Tuhan dengan pujian yang telah diajarkan kepadaku , lalu aku memohon syafa’at maka Allah membatasinya kepadaku , lalu aku mengeluarkan mereka dari neraka dan aku memasukkan mereka keSorga , kemudian aku kembali dan sujud seperti itu pada yang ketiga atau ke-empat kalinya ,sehingga yang ada dalam neraka itu hanyalah orang – orang yang telah dicegah oleh Al-Qur’an .” Abu Abdullah Al-Bukhari ra berkata : yaitu orang – orang yang wajib kekal ( dineraka ) atasnya. ( HR. Bukhari )

  3. Dari Anas bin Malik , ia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alihi wasallam bersabda : Allah berfirman : “ Wahai anak Adam ( manusia ) , sesungguh selama kamu berdo’a dan mengharap kepada-Ku, Aku memberi ampunan kepadamu terhadap apa ( dosa ) yang ada padamu dan Aku tidak memperdulikannya . Wahai anak Adam , seandainya dosamu sampai kelangit kemudian kamu minta ampun kepada-Ku maka Aku memberi ampunan kepadamu dan Aku tidak memperdulikannya . Wahai anak Adam , sesungguhnya apabila kamu datang kepada-KU dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian kamu menjumpai Aku dengan tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu niscaya Aku datang kepadamu dengan ampunan “. (H.R.Tirmidzi)

    Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa Syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa besar “
    ( Q.S. An – Nisa : 48 )

  4. Allah subhanahuwata’ala berfirman :
    ” Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada ( nabi-nabi ) sebelum kamu , jika kamu mempersekutukan ( Allah ) , niscaya akan dihapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang rugi. ( QS.Az-Zumar : 65 )

    “ Ingatlah , Hanya kepunyaan Allah-lah Agama yang bersih ( dari Syirik ). Dan orang – orang yang mengambil pelindung ( penolong ) selain Allah berkata : “ Kami tidak beribadah /menyembah mereka , melainkan supaya mereka mendekatkan ( permohonan ) kami kepada Allah dengan sedekat – dekatnya “ sesungguhnya Allah akan memutuskan diantara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya . Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang – orang yang pendusta dan sangat ingkar “. ( QS Az-Zumar : 3 )

    ” Dan sesungguhnya jika kamu bertanya kepada mereka ( orang – orang musyrik itu ) : ” Siapakah yang menciptakan mereka ? Niscaya mereka menjawab :
    ” ALLAH ” , maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan ” ( QS . 43 : 87 )

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s