Jin adalah salah satu makhluk ghaib yang telah diciptakan Allah swt untuk beribadah kepada-Nya.
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Adz-dzariyat: 56).
Sebagaimana malaikat, kita tidak dapat mengetahui informasi tentang jin serta alam ghaib lainnya kecuali melalui khabar shadiq (riwayat & informasi yang shahih) dari Rasulullah saw baik melalui Al-Quran maupun Hadits beliau yang shahih. Alasan nya adalah karena kita tidak dapat berhubungan secara fisik dengan alam ghaib dengan hubungan yang melahirkan informasi yang meyakinkan atau pasti.
Katakanlah: “tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila (kapan) mereka akan dibangkitkan. (An-Naml: 65)
Dia adalah Tuhan yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu. (Al-Jin: 26-28).
Manusia diperintahkan oleh Allah swt untuk melakukan muamalah (pergaulan) dengan sesama manusia, karena tujuan hubungan sosial adalah untuk melahirkan ketenangan hati, kerja sama yang baik, saling percaya, saling menyayangi dan saling memberi. Semua itu dapat berlangsung dan terwujud dengan baik, karena seorang manusia dapat mendengarkan pembicaraan saudaranya, dapat melihat sosok tubuhnya, berjabatan tangan dengannya, melihatnya gembira sehingga dapat merasakan kegembiraan nya, dan melihatnya bersedih sehingga bisa merasakan kesedihannya.
Allah swt mengetahui fitrah manusia yang cenderung dan merasa tenteram bila bergaul dengan sesama manusia, oleh karena itu, Dia tidak pernah menganjurkan manusia untuk menjalin hubungan dengan makhluk ghaib yang asing bagi manusia. Bahkan Allah swt tidak memerintahkan kita untuk berkomunikasi dengan malaikat sekalipun, padahal semua malaikat adalah makhluk Allah yang taat kepada-Nya. Para nabi dan rasul alahimussalam pun hanya berhubungan dengan malaikat karena perintah Allah swt dalam rangka menerima wahyu, dan amat berat bagi mereka jika malaikat menampakkan wujudnya yang asli di hadapan mereka. Oleh karena itu tidak jarang para malaikat menemui Rasulullah saw dalam wujud manusia sempurna agar lebih mudah bagi Rasulullah saw untuk menerima wahyu.
Tentang ketenteraman hati manusia berhubungan dengan sesama manusia Allah swt berfirman:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Ar-Rum: 21).
Makna “dari jenismu sendiri’ adalah dari sesama manusia, bukan jin atau malaikat, atau makhluk lain yang bukan manusia. Karena hubungan dengan makhluk lain, apalagi dalam bentuk pernikahan, tidak akan melahirkan ketenteraman, padahal ketenteraman adalah tujuan utama menjalin hubungan.
Jin dalam Al-Quran & Hadits
a. Jin diciptakan dari api dan diciptakan sebelum manusia
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelumnya dari api yang sangat panas. (Al-Hijr: 26-27).
خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ. رواه مسلم
Malaikat telah diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari tanah (yang telah dijelaskan kepada kalian). (Muslim)
Perbedaan asal penciptaan ini menyebabkan manusia tidak dapat berhubungan dengan jin, sebagaimana manusia tidak bisa berhubungan dengan malaikat kecuali jika jin atau malaikat menghendakinya. Apabila manusia meminta jin agar bersedia berhubungan dengannya, maka pasti jin tersebut akan mengajukan syarat-syarat tertentu yang berpotensi menyesatkan manusia dari jalan Allah swt.
b. Jin adalah makhluk yang berkembang biak dan berketurunan
Dan (Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zhalim. (Al-Kahfi: 50).
Al-Quran juga menyebutkan bahwa di antara bangsa jin ada kaum laki-laki nya (rijal) sehingga para ulama menyimpulkan berarti ada kaum perempuannya (karena tidak dapat dikatakan laki-laki kalau tidak ada perempuan). Dengan demikian berarti mereka berkembang biak.
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin: 6).
c. Jin dapat melihat manusia sedangkan manusia tidak dapat melihat jin
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman. (Al-A’raf: 27).
Hal ini membuat kita tidak dapat berhubungan dengan mereka secara wajar sebagaimana hubungan sesama manusia. Kalau pun terjadi hubungan, maka kita berada pada posisi yang lemah, karena kita tidak dapat melihat mereka dan mereka bisa melihat kita.
d. Bahwa di antara bangsa jin ada yang beriman dan ada pula yang kafir, karena mereka diberikan iradah (kehendak) dan hak memilih seperti manusia.
Dan sesungguhnya di antara kami ada jin yang taat dan ada (pula) jin yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun jin yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahanam. (Al-Jin (72): 14-15).
Meskipun ada yang muslim, tapi karena jin makhluk ghaib, maka tidak mungkin muncul ketenteraman hati dan kepercayaan penuh bagi kita terhadap keislaman mereka, apakah benar jin yang mengaku muslim jujur dengan pengakuannya atau dusta?! Kalau benar, apakah mereka muslim yang baik atau bukan?! Bahkan kita harus waspada dengan tipu daya mereka.
Berhubungan dengan jin adalah salah satu pintu kerusakan dan berpotensi mendatangkan bahaya besar bagi pelakunya. Potensi bahaya ini dapat kita pahami dari hadits Qudsi di mana Rasulullah saw menyampaikan pesan Allah swt:
وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ، وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمْ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ، وَحَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ لَهُمْ، وَأَمَرَتْهُمْ أَنْ يُشْرِكُوا بِي مَا لَمْ أُنْزِلْ بِهِ سُلْطَانًا. رواه مسلم
Dan sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku semua dalam keadaan hanif (lurus), dan sungguh mereka lalu didatangi oleh setan-setan yang menjauhkan mereka dari agama mereka, mengharamkan apa yang telah Aku halalkan, dan memerintahkan mereka untuk menyekutukan-Ku dengan hal-hal yang tidak pernah Aku wahyukan kepada mereka sedikit pun. (Muslim)
Dalil lain tentang larangan berhubungan dengan jin adalah:
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin: 6).
Imam At-Thabari dalam tafsirnya menyebutkan: “Ada penduduk kampung dari bangsa Arab yang menuruni lembah dan menambah dosa mereka dengan meminta perlindungan kepada jin penghuni lembah tersebut, lalu jin itu bertambah berani mengganggu mereka.
Tujuan seorang muslim melakukan hubungan sosial adalah dalam rangka beribadah kepada Allah swt dan berusaha meningkatkannya atau untuk menghindarkan dirinya dari segala hal yang dapat merusak ibadahnya kepada Allah. Melakukan hubungan dengan jin berpotensi merusak penghambaan kita kepada Allah yaitu terjatuh kepada perbuatan syirik seperti yang dijelaskan oleh ayat tersebut. Ketidakmampuan kita melihat mereka dan kemampuan mereka melihat kita berpotensi menjadikan kita berada pada posisi yang lebih lemah, sehingga jin yang kafir atau pendosa sangat mungkin memperdaya kita agar bermaksiat kepada Allah swt.
Bagaimana berhubungan dengan jin yang mengaku muslim? Kita tetap tidak dapat memastikan kebenaran pengakuannya karena kita tidak dapat melihat apalagi menyelidiki nya. Bila jin tersebut muslim sekalipun, bukan menjadi jaminan bahwa ia adalah jin muslim yang baik dan taat kepada Allah.
Di samping itu, tidak ada manusia yang dapat menundukkan jin sepenuhnya (taat sepenuhnya tanpa syarat) selain Nabi Sulaiman as dengan doanya:
Sulaiman berkata: “Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi”. (Shad (38): 35).
Maka berhubungan dengan jin tidak mungkin dilakukan kecuali apabila jin itu menghendakinya, dan sering kali ia baru bersedia apabila manusia memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat ini dapat dipastikan secara bertahap akan menggiring manusia jatuh kepada kemaksiatan, bahkan mungkin kemusyrikan dan kekufuran yang mengeluarkannya dari ajaran Islam. Na’udzu billah.
Wallahu a’lam.
Referensi:
1. Silsilah Aqidah oleh Umar Sulaiman Al Asyqar
2. Al ‘Aqaid Al-Islamiyah oleh Abdurrahman Hasan Habannakah
3. Tafsir At-Thabari.
















34 responses to “Jin Menurut Islam”
Pusat Sewa Komputer
June 2nd, 2010 at 21:47
Alhamdulillah menambah pengtahuan saya, terima kasih bt Infonya.
jintomank
July 14th, 2010 at 13:57
Ass, met siang lam jumpa semoga sukses
mintana
September 14th, 2010 at 05:45
assalamu’alaikum wr.wb
saya seorang guru smkn di jakarta, di sekolah kami kadang2 ada murid yang mengalami kesurupan, tapi saya belum bisa mengatasinya secara tepat sasaran. bagaimana cara mengatasi dengan baik ?
Tarekat Qodiriyah
September 14th, 2010 at 17:14
Wa’alaikumsalam bapak Saya Ijazahkan Tawasulan Tarekat Qodiriyah Untuk Bapak Baca Setiap Hari Dan Ada Gambar Mahkota Qodiriyah (download) Di Cara membaca Zikir Qodiriyah Tempel Sekolah Bapak InsyaAllah Saya Minta kan Jaminan Kepada Allah Swt Supaya sekolah Bapak Aman Selamannya Amin
Muhammad Sumeidy
October 8th, 2010 at 16:52
Assalammu’alaikuum warohmatullahiwabarokatu……..
saya seorang remaja dewasa berumur 25 tahun. sy mohon bantuannya… sy mendapati petunjuk tentang khodam, beliau selalu berkata2 baik akan nasihat kpd sy dan teman2 saya akan tetapi diri saya merasa beliau berkata-kata melalui tubuh saya….. apakah itu adalah baik adanya? dan jikalau itu baik mohon petunjuk agar saya benar-benar diridhoi besertanya…….
Tarekat Qodiriyah
October 10th, 2010 at 16:35
Waalaikumsalam ikhwan ahli jannah, sebaiknya bisikan itu jangan di dengar karena jika pondasi hati kita tidak kuat bisikan itu akan terus merongrong, coba kerjakan sholat sunah tarekat qodiriyah selepas waktu isya dan tawasulnya insyaAllah ganguan tsb tdk akan menjadi beban buat anda wassalaam
salafy. salahutu/ ambon
January 17th, 2012 at 22:53
Assalamu’alaykum bapak Tarekat !!!!!!!!!!!!!
bagaimana bisa bapak mengatakan kpd si penanya dgn panggilan ikhwan ahli jannah?????
apakah bapak tau kalo dia itu telah menjadi penduduk sorga??????
sungguh perbuatan kalian tidak di terima di sisi Allah, karena smua perbuatan dan ibadah yang kalian perbuat tdk ada tuntunan dari Nabi Shallallahu ‘alayhi wasalam….
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pun telah memperingatkan tentang perbuatan bid’ah ini dalam sebuah haditsnya,
عن أم المؤمنين أم عبدالله عائشة رضي الله عنها قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد ” رواه البخاري ومسلم , وفي رواية لمسلم ” من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
Dari Ummul mukminin, Ummu ‘Abdillah, ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak”. (Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim : “Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak sesuai urusan kami, maka dia tertolak”)
JADI kalian hanya capek dalam beramal saja, dan tdk akan mendapatkan pahala apapun kelak, bahkan siksaan dari Allah..
Nih baca Firman Allah : “… Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah kucukupkan nikmatKu kepadamu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agamamu ….” (Al Maidah:3).
muhammad said
October 9th, 2010 at 10:25
Aswrwb. Salam silaturohim, mohon ajari sy agar alloh memberikan ampunan dan ridhonya kpd sy dan kelurga. sy sdh bermursyid kpd abuya Ahmad Muhtadi Pandegelang. anak almarhum Abuya Dimyati. Apakah sy boleh diberi nomor hp pak kyai. maaf dan terimakasih
waswrwb
said
Tarekat Qodiriyah
October 10th, 2010 at 16:32
Waalaikumsalam ikhwan Said Yang Dimuliakan oleh Allah Swt, IsyaAllah sebentar lagi Tarekat Qodiriyah (TQ) akan membuka Pendaftaran Murid Baru tapi hanya terbatas untuk 40 orang saja di seluruh Dunia dikarenakan jalur ini tertutup untuk umum . Jika ingin cepat bertobat dan menjadi bagian dari TQ coba anda kerjakan sholat sunat Tobat sehari semalam sebanyak 50 salam atau 100 rakaat, baca tawasul TQ, sholat sunah adab TQ yang ada di Blog TQ. jika ada pertanyaan email TQ di tarekatqodiriyah01@gmail.com wassallamualaikum
Suluri M
October 14th, 2010 at 19:32
Saya ikut tarikat nahsabandi Langkat Medan. Gimana, apa bisa gabung?
Tarekat Qodiriyah
October 20th, 2010 at 01:06
Assalamualaikum ikhwan insyaAllah Bisa tapi nanti tunggu pembukaan penerimaan Jamaah Baru Baraakallahu ta’alaa
dennis haruna
November 6th, 2010 at 17:54
saya guru PAI muda di sebuah SMA, umur saya 23 thn, saya dihadapkan dengan persoalan anak kesurupan. sebagai guru PAI maka saya dipercaya penuh untuk menangani anak kesurupan. namun saya bingung, mau nanganin gimana lawong saya itu tidak bisa menyembuhkan orang yang kesurupan. mohon minta bantuanya agar saya bisa dan mampu menyembuhkan orang yang kesurupan. terima kasih
Tarekat Qodiriyah
November 8th, 2010 at 15:22
Wa’alaikumsalam ahli jannah baca coba download tentang masalah tawasul dan kirim datatelpon HP 1 KTP dan alamat sekolah bapak ke email kami tarekatqodiriyah01@gmail.com nanti kami tindak lanjuti trims wassalam
betako
November 13th, 2010 at 08:44
asalamu laiku bgaimana kalau seseorg itu menikah dgn jin apa itu memang bener…dan apakah jin itu bisa di mintain bantuan, contohnya pinjam uang utk bayar hutang , mhn jaewabanya,>?
Tarekat Qodiriyah
November 16th, 2010 at 01:16
Wa’alaikumsalam memang ada yg seperti itu tetapi merupakan perbuatan yg Munkar, kalau diminta untuk membayar hutang itu tidak benar kalau bisa mungkin si dukun/ paranormal tdk usah mengiklankan dirinya…..
yahya
November 14th, 2010 at 12:54
ass. saya mau tanya….gmana caranya menghilangkan kepercayaan yang di anut orang2x seperti. genduri,dhkir phidak dll. karena sudah melekat. padahal di dalam AL-QHUR’AN tidak di jelaskan yang di atas,,,dan tidak ada sama se kali dalam hukum islam
wiwid
November 15th, 2010 at 20:01
Bagaimana jika seorang yang diberikan kelebihan oleh Alloh yang mana ia menjadi seseorang katakanlah Paranormal sedangkan semua yang terjadi pada dirinya ia sendiri tidak menginginkannya??? Dan beliau selalu menyerukan Kebajikan dan selalu mengutamakan Alloh SWT saja yang harus kita sembah???
Panjeunengan
December 6th, 2010 at 23:47
Asalmualaikum ………………………wr wb
Apa bila kita mendengar suara dalam diri kita seolah-olah nyata terdengar ditelinga kita apakah itu termasuk suara dari golongan jin.mohon jawabannya!bagaimana cara menghindarinya supaya tidak terdengar suara itu!
nanang kirut
December 22nd, 2010 at 09:06
assalamualaikum wr wb
Saya sebelumnya terima kasih krn ada blog tempat untuk memperdalam ilmu agama islam,saya minta ijin untuk mengamalkan tawasul dan sholat sunnah qodriyah…sekian terima kasih
Tarekat Qodiriyah
December 23rd, 2010 at 00:49
Wa’alaikum Salam Ananda Nanang, Segala Puji Bagi allah Swt Yang Telah Memeberikan Hidayah Kepada mu….
Saya ijazahkan ananda utk membacanya.
Saya Sarankan Untuk istiqomah Ya trims Wassallam
dayat
January 14th, 2011 at 21:55
assalamu’alaikum wr wb,
saya ada pertanyaan ,dapatkah jin masuk kedalam diri manusia dan mengaku bahwa dia adalah syeck qodir jaelani?
Tarekat Qodiriyah
January 15th, 2011 at 23:45
wa’alaikumsalam saudaraku insyaAllah Tidak Bisa, Karena Seorang Syaikh itu lebih Suci Dari Jin …….Apalagi Syaikh Sultan auliya Abdul Qodir Jailani Qsa Yang di Muliakan Oleh Allah Swt dan Rasulullah Saww amin
nanang kirut
January 21st, 2011 at 09:06
asslm,saya ada masalah, bagamana cara membuka hati ibu supaya bisa melakukan sholat?mohon petunjuknya…
Tarekat Qodiriyah
January 23rd, 2011 at 12:23
Wa’alaikumsalam selalu mendoakan ampunan buat ibu yang kita sayang selalu sehari sebanyak 27 X insyaallah yg ananda harapkan akan cepat terijabah oleh Allah Swt amin
wilm hendrika
March 10th, 2011 at 14:56
assalamualaikum wr wb
sya mohon bimbingan, karena saya merasa selalu gagal ,……..
ako p
March 23rd, 2011 at 00:34
assalamu allaikum….Wr.Wb.
sy br 5 bln lalu di baiat tarekat Qodiriyah nahsabandiyah….inipun sy mengikuti saran teman yg sdh baiat beberapa bulan sebelum sy.
dalam perjalannan 5 bln ini..ada sesuatu yg mengganjal benak sy..yg katanya mursid tarekat kami …dulunya dibaiat oleh syaikh Abdul Qodir Jailai secara Ruh.
yg menjadi pertanyaan sy..apa mungkin bisa baiat itu secara Ruh.
mohon pencerahannya
terima ksh…
ocha
April 18th, 2011 at 10:56
Ass. mohon ustad semua yang ada diblog ini mohon diizinkan untuk dipergunakan atau disebarkan / diamalkan. semoga ilmu bermanfaat bagi kita semua
Syahruddin
May 12th, 2011 at 12:36
Assalamu Alaikum
Saya mau nanya Ust. Apa jin bisa merasuk kedalam tubuh manusia dan mengaku nabi Khidir?
arif
May 17th, 2011 at 16:12
asalamualaikum……
ustad mohon untuk di sebar luaskan bwt semua orang terutama kaum muda jaman sekarang krna kurangnya pengetahuan islami……………..
defri
June 4th, 2011 at 13:06
Assalamualaikum wr wb
bagaimana cara menghidupkan dzikir hati,mohon petunjuk …
Fandol Cah Volley
July 4th, 2011 at 16:33
assalamualaikum.pak ust,apakah ada sebangsa jin di dalam tubuh kita.,.dengar” ada orang yg isinya 99.,.,.mhon jawapanya pak ust bagaimana,
Tarekat Qodiriyah
July 6th, 2011 at 18:58
Wa’alaikumsalam ikhwan sebenarnya didalam tubuh kita tdk ada di isi jin Oleh Allah swt, tapi kalau setan ada di hati kita yang serinbut setan was-was, Tapi kalau ada manusia yg jin nya 99 itu namaya orang tersebut belajar menuntut ilmu jin, seperti ilmu kebal buka auro dll. Dan ini dilarang oleh agama ISLAM amin
Syafawi Awie
September 24th, 2011 at 21:02
assalamualaikum .
saya waswas lhaa tentang menuntut ilmu batin .salah atau tidak jika kita menuntut ilmu batin menggunakan khadam .tiada perjanjian dgn khadam tersebut .tapi ,kita hanye perlu memperkukuh kan amalan kita kepada ALLAH .
ada sesetengah orang yg mengatakan bahawa tidak salah dan ada sesetengah org mengatakan ianya salah .saya ingin meminta pandangan dari ustad .
SYAMSOEL RHEEZAL (@rheezaloke)
October 25th, 2011 at 00:35
Rheezalliberty@ymail.com
Assalamualaikum,
Saya sekarang sedang kebingungan mencari satu ayat, saya pernah mambaca terjemahan ayat tersebut, walaupun sudah lama tapi saya masih merasa yakin ingat.
Lebih kurang terjemahan tersebut : “Janganlah sesekali kamu bersekutu dengan bangsa Jin, sesungguhnya musuh kamu yang paling nyata”. Seingat saya pula ayat tersebut adalah awal dari surat Al-Jin. Tapi, ketika saya membutuhkan ayat tersebut dan mencarinya secara online (Quran terjemahan) saya tidak menemukannya/ayatnya berbeda. Yang ingin saya tanyakan , benarkah ada ayat yang terjemahannya lebih kurang seperti yang saya tulis. Saya benar2 penasaran dan sedang mencarinya. Mungkinkah Alquran yang pernah saya baca dahulu berbeda atau palsu ?
Adapun makna yang saya dapati dari uraian saudara2ku disini, memang selaras dengan ayat yang saya maksud.
Wassalam.